PALEMBANG — Lonjakan kunjungan wisatawan asing ke Sumatera Selatan mulai terlihat dari durasi tinggal mereka di hotel berbintang. Data terbaru menunjukkan rata-rata lama menginap wisman pada Juni 2026 mencapai 2,75 hari, lebih lama dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Angka tersebut sekaligus menjadi rekor tertinggi selama enam bulan pertama tahun ini. Sebelumnya, durasi menginap wisman sempat berada di level 2,60 hari pada Mei, setelah pada April hanya tercatat 2,09 hari.
Pola kenaikan ini tidak terjadi secara instan. Pada Januari 2026, rata-rata lama menginap wisman berada di angka 2,37 hari, lalu sempat turun ke 1,90 hari pada Februari. Memasuki Maret, angkanya kembali merangkak naik ke 2,21 hari.
Fluktuasi tersebut menunjukkan aktivitas perjalanan wisatawan asing ke Sumsel mulai menguat pada pertengahan tahun, seiring dengan berbagai agenda pariwisata dan kegiatan bisnis di daerah tersebut.
Perbandingan dengan tamu domestik cukup mencolok. Pada Juni 2026, rata-rata lama menginap tamu nusantara hanya 1,45 hari, sehingga terdapat selisih sekitar 1,30 hari dengan wisman.
Sepanjang Januari-Juni, tamu domestik mencatatkan durasi menginap paling rendah pada Januari dan Maret, yakni 1,34 hari. Angka tersebut perlahan meningkat hingga mencapai puncaknya 1,45 hari pada Juni.
Durasi menginap yang lebih panjang menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha pariwisata. Semakin lama wisatawan tinggal, semakin besar peluang mereka membelanjakan uang untuk akomodasi, transportasi, kuliner, hingga tiket masuk destinasi wisata.
Data ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam mengukur efektivitas promosi pariwisata yang digencarkan sepanjang tahun. Jika tren kenaikan berlanjut, kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian Sumsel berpotensi meningkat pada paruh kedua 2026.
Publikasi data untuk periode Juli hingga Desember 2026 belum tersedia. Perkembangan durasi menginap wisatawan pada semester kedua akan terlihat dari rilis data resmi pada bulan-bulan berikutnya.