SUMATERA SELATAN — Film ini menutup periode emas karier Denzel Washington. Sebelumnya, ia beruntun membintangi Remember the Titans, Training Day, hingga Man on Fire. Dalam The Manchurian Candidate, ia kembali menunjukkan kelasnya sebagai aktor, meski harus mengakui keunggulan Streep yang tampil lebih hidup.
Remake ini mengadaptasi film klasik 1962 dengan dua perubahan besar. Alih-alih Perang Korea, latar peristiwa dipindah ke Kuwait saat Perang Teluk 1991. Para prajurit yang ditangkap tidak lagi dicuci otak oleh komunis, melainkan oleh korporasi multinasional bernama Manchurian Global.
Perubahan kedua menyangkut tokoh Raymond Shaw (Liev Schreiber). Dalam versi asli, ibunya berusaha mengangkat suaminya sebagai calon wakil presiden. Di versi ini, Raymond sendiri yang menjadi kandidat wakil presiden, sementara ayahnya sudah meninggal. Tujuannya tetap sama: menempatkan anggota keluarga di kursi kekuasaan tertinggi.
Streep memerankan Senator Eleanor Prentiss Shaw dengan intensitas yang jarang terlihat. Ia tampil sebagai ibu yang kejam, manipulatif, dan yakin dirinya satu-satunya penyelamat Amerika. Penampilannya bahkan disebut sebagai sindiran halus kepada Hillary Clinton yang saat itu menjabat senator.
Ada momen ketika ia terlihat seperti ibu yang ingin membangun masa depan anaknya, lalu berubah menjadi politikus egomaniak yang rela mengorbankan siapa pun. Di akhir film, ia dengan dingin memerintahkan anaknya sendiri untuk membunuh dua orang. Kombinasi kegilaan dan keibuan ini yang membuat karakternya sulit dilupakan.
Denzel menjalankan tugasnya dengan baik. Di babak awal, ia menunjukkan proses "penguraian" mental Marco yang mulai menyadari bahwa ingatannya tentang perang telah direkayasa. Setelah itu, ia berubah menjadi pria yang bertekad mengungkap konspirasi meski harus berhadapan dengan institusi militernya sendiri.
Jeffrey Wright tampil hanya dalam satu adegan, tapi adegan tersebut menjadi salah satu yang paling mencekam. Ia berperan sebagai prajurit yang menceritakan mimpi buruknya tentang penahanan mereka. Penampilannya berhasil membangun ketegangan yang menjadi fondasi misteri utama film ini.
Plot film ini punya beberapa lubang yang menuntut penonton menahan rasa tidak percaya. Contoh paling jelas: sosok Mayor Marco yang terus menyelidiki konspirasi hampir pasti akan langsung dikurung oleh militer di dunia nyata. Ironisnya, film ini justru menunjukkan upaya militer untuk mengurung Marco di akhir cerita—mengonfirmasi bahwa premis awalnya memang rapuh.
Meski begitu, kekurangan tersebut tidak mengurangi kenikmatan menonton. Akting para pemain, terutama Streep, cukup kuat untuk membuat penonton mengabaikan kelemahan naratif.
Perdebatan tentang remake mana yang lebih baik tidak perlu jadi penghalang. Film 2004 ini berdiri sendiri sebagai thriller psikologis yang solid. Bagi penggemar Denzel, ini adalah salah satu dari sedikit film di mana ia tampil kalah menonjol—dan itu justru menjadi alasan tersendiri untuk menontonnya.
The Manchurian Candidate bisa disewa atau dibeli melalui platform digital seperti Amazon. Sayangnya, film ini belum tersedia di layanan streaming berlangganan utama di Indonesia, jadi Anda perlu merogoh kocek ekstra untuk menontonnya.