Gita Bahana Nusantara dan Sekolah Rakyat: Adiel, Raisya, Jessie, Tiga Cerita Muda di HUT ke-81 RI

Penulis: Ferdian Syah  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 18:34:31 WIB
Adiel Mintarja, Raisya Putri Ahmad, dan Jessie Nababan tampil di panggung peringatan HUT ke-81 RI di Istana Negara.

SUMATERA SELATAN — Panggung peringatan kemerdekaan di Istana tahun ini bukan sekadar seremoni. Bagi Adiel Mintarja, suara alto asal Bali yang tergabung dalam paduan suara Gita Bahana Nusantara (GBN), momen ini adalah puncak perjalanan panjang yang dimulai sejak audisi Juli lalu. "Perasaannya sangat senang, sangat bangga, dan masih merasa sedikit tidak percaya. Ini momen sekali seumur hidup yang sangat berharga," ujarnya.

Mengenal Lagu Daerah hingga Latihan Gladi Bersih

Adiel mengaku tantangan terbesarnya bukan sekadar teknik vokal. Ia harus menghafal dan memahami karakter lagu daerah dari berbagai penjuru Nusantara yang dibawakan dalam medley GBN. "Tidak semua lagu kita hafal, jadi ini tantangan tersendiri untuk mengenali kebudayaan dan lagu-lagunya," tuturnya tentang proses yang membawanya berdiri di Istana.

Kisah berbeda datang dari Raisya Putri Ahmad. Siswi SRT 4 DKI Jakarta ini mengaku "senang, bahagia, dan excited banget" saat mengetahui dirinya terpilih. Persiapan yang dijalaninya, termasuk gladi bersih dua hingga tiga kali, ia manfaatkan untuk membangun kepercayaan diri. "Di sini aku bisa tampil di depan semua orang dengan percaya diri dan menunjukkan bakat yang selama ini terpendam. Kapan lagi bisa dilihat sama Presiden dari sana," katanya.

Sekolah Rakyat: Ruang untuk Bangkit dan Bermimpi Lagi

Kesempatan tampil di Istana menjadi momen emosional bagi Raisya dan Jessie Nababan, rekan satu sekolahnya. Bagi mereka, berada di panggung kenegaraan adalah bukti nyata bahwa kesempatan kedua bisa mengubah arah hidup. Jessie bahkan mengaku tidak pernah membayangkan bisa "berdiri di tengah Istana Negara" dan tampil lewat jalur Sekolah Rakyat.

Di tengah kebanggaan itu, keduanya menyampaikan terima kasih langsung kepada Presiden Prabowo. "Terima kasih sudah menciptakan Sekolah Rakyat yang bikin kita bisa bangkit lagi dan mulai mimpi kita lagi," ucap Raisya. Jessie menambahkan, "Berkat Bapak saya bisa bersekolah kembali dan bisa ada di tengah-tengah sini." Sekolah Rakyat, yang digagas sebagai program prioritas untuk memutus kemiskinan melalui pendidikan, terbukti membuka akses bagi anak-anak untuk kembali menempuh pendidikan dan mengembangkan potensi.

Kisah Adiel, Raisya, dan Jessie adalah potret kecil dari semangat kemerdekaan yang hidup di generasi muda. Lebih dari sekadar pertunjukan, penampilan mereka di Istana mencerminkan bagaimana ruang dan kesempatan yang setara dapat menumbuhkan keyakinan untuk menatap masa depan. Mereka membuktikan bahwa di usia ke-81 tahun Indonesia, mimpi generasi mudanya terus tumbuh—baik melalui apresiasi budaya di Gita Bahana Nusantara maupun melalui gebrakan inklusif Sekolah Rakyat.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top