PALEMBANG — Rombongan pelajar asal Palembang itu bakal menempuh pendidikan menengah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 01 OKI. Keberangkatan mereka dilepas langsung oleh Asisten I Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin, sebelum menuju lokasi sekolah yang menerapkan sistem boarding school tersebut.
Program ini merupakan gagasan strategis Presiden RI Prabowo Subianto untuk memutus mata rantai kemiskinan. Sasaran utamanya adalah masyarakat kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa dibebani biaya sepeser pun.
Biaya Pendidikan dan Kebutuhan Harian Ditanggung Negara
Sekolah Rakyat dirancang dengan sistem pendidikan berbasis asrama. Seluruh kebutuhan siswa dijamin gratis, mulai dari biaya pendidikan, tempat tinggal, hingga kebutuhan sehari-hari.
Fasilitas yang diterima para siswa terbilang lengkap. Mereka mendapat makan bergizi tiga kali sehari, seragam, dan buku pelajaran tanpa dipungut biaya.
Kurikulum yang diterapkan pun tidak hanya fokus pada akademik. Materi kepemimpinan, keterampilan hidup, pembentukan karakter, dan nilai-nilai nasionalisme turut diajarkan secara holistik.
MPLS Jadi Gerbang Awal Adaptasi di Lingkungan Baru
Pelepasan 60 siswa tersebut bertujuan mengantarkan mereka mengikuti rangkaian MPLS. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para peserta didik untuk memulai perjalanan pendidikan di lingkungan yang baru.
Melalui MPLS, para siswa diarahkan untuk mengenali budaya sekolah, tata tertib, tenaga pengajar, serta berbagai fasilitas pendukung pembelajaran lainnya.
Sulaiman Amin berharap para siswa dapat mengikuti seluruh tahapan pengenalan lingkungan dengan disiplin dan percaya diri. Hal itu dinilai penting untuk membentuk karakter yang mandiri, berakhlak mulia, dan berprestasi.
Komitmen Pemerintah Hadirkan Pendidikan Inklusif
Program Sekolah Rakyat diselenggarakan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kehadiran sekolah ini menjadi alternatif bagi keluarga prasejahtera di Sumatera Selatan yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan menengah karena keterbatasan ekonomi.
Dengan sistem asrama, para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembinaan karakter secara intensif. Mereka akan tinggal dan belajar bersama dalam pengawasan penuh para pengajar.