13.490 Hotspot Karhutla Terdeteksi di Sumsel Sepanjang Agustus, Kebakaran Dekati Sumur Produksi Pertamina

Penulis: Darmawan Iskandar  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:46:31 WIB
Sebanyak 1.142 titik panas terdeteksi di Sumatera Selatan pada Sabtu (28/8), dengan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

PALEMBANG — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kian meluas. Pada Sabtu (28/8), sebanyak 1.142 titik panas baru kembali terdeteksi, dengan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencapai 441 titik, disusul Banyuasin 223 titik, dan Musi Banyuasin 163 titik.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan data tersebut berdasarkan pemantauan Sipongi Kementerian Kehutanan pada Jumat pukul 05.00 WIB. "Tingginya jumlah titik hotspot menjadi perhatian serius karena sebagian wilayah masih mengalami kebakaran hutan dan lahan," kata Sudirman.

Kebakaran Hampir Capai Sumur Produksi Pertamina

Karhutla mulai mendekati kawasan operasional industri migas. Kebakaran lahan ditemukan tidak jauh dari sumur produksi Pertamina di Kecamatan Lembak, Kabupaten Muaraenim, Jumat (28/8).

Lokasi kebakaran berada sekitar 250 meter dari sumur produksi LKT 01 PT Pertamina Field Prabumulih. Berdasarkan pengecekan aparat, kebakaran terjadi di area kebun karet produktif milik masyarakat dengan luas lahan yang terbakar sekitar 1,8 hektare.

Gubernur Terjun Langsung Pantau Modifikasi Cuaca

Di tengah tingginya ancaman karhutla, Pemprov Sumsel mengintensifkan upaya penanganan dan pencegahan. Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Bupati OKI memantau langsung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Pangkalan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang.

Selain menyaksikan proses penyemaian garam, Herman Deru juga melakukan patroli udara untuk memantau kondisi karhutla, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. "Ini tidak bisa dijangkau pakai patroli darat. Karena itu, kita lakukan patroli udara untuk melihat langsung kondisi yang ada," ujar Herman Deru.

Menurut Herman Deru, operasi modifikasi cuaca telah dilakukan secara intensif sejak Mei 2026. Hingga akhir Agustus, penyemaian garam telah dilakukan sebanyak 53 kali untuk mendorong pertumbuhan awan dan meningkatkan peluang hujan di wilayah yang membutuhkan. "Ditotal, satu gelombang itu 24 sortie. Sudah 48, sama ini menjadi 53 kali," jelasnya.

Peluang Hujan Masih Terbuka di Sejumlah Wilayah

Di tengah ancaman kabut asap, BMKG memprakirakan hujan berpotensi terjadi di OKU Selatan, Pagaralam, Muaraenim, Lahat, Empat Lawang, Musi Rawas, dan Musi Banyuasin. Prakiraan tersebut berlaku Sabtu (29/8) hingga Minggu (30/8/2026) pukul 07.00 WIB.

Sejumlah wilayah bahkan berpotensi mengalami hujan hingga dini hari, termasuk Banyuasin, Empat Lawang, Lubuk Linggau, Lahat, Musi Banyuasin, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara. Kondisi ini menjadi peluang positif untuk membantu membasahi lahan dan gambut yang kering, sekaligus mendukung upaya penanganan karhutla.

Reporter: Darmawan Iskandar
Sumber: sumselupdate.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top