PALEMBANG — BMKG meminta warga mewaspadai potensi berkurangnya jarak pandang akibat fenomena udara kabur yang diprakirakan terjadi di sejumlah titik di Sumatera Selatan hari ini. Berdasarkan informasi di laman resmi BMKG.go.id, kondisi tersebut berpotensi melanda Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Udara kabur umumnya terbentuk akibat partikel debu atau asap yang terperangkap di lapisan atmosfer dekat permukaan bumi. Kondisi ini kerap kali mengurangi visibilitas pengendara, terutama di pagi hari saat kabut cenderung lebih tebal.
Dua Wilayah Berpotensi Alami Udara Kabur
Dalam prakiraan yang dirilis untuk Jumat (28/8), BMKG menyebutkan dua wilayah yang berpotensi mengalami udara kabur, yakni Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Selain itu, wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) juga diperkirakan akan merasakan fenomena serupa.
Untuk wilayah OKU, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25 hingga 36 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan antara 34 hingga 89 persen. Sementara itu, di OKI, suhu berkisar 24 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 52 hingga 93 persen.
Hujan Ringan Masih Berpeluang di Dua Kabupaten
Di tengah dominasi cuaca cerah berawan dan udara kabur tersebut, BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas ringan yang dapat mengguyur sebagian wilayah Sumsel. Dua daerah yang berpeluang diguyur hujan adalah Kota Pagar Alam dan Kabupaten Empat Lawang.
Potensi hujan ini perlu menjadi perhatian bagi warga yang beraktivitas di kawasan dataran tinggi tersebut, mengingat kondisi jalan yang licin kerap kali meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Imbauan untuk Pengendara dan Masyarakat
Menyikapi prakiraan cuaca ini, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami udara kabur. Pengendara disarankan untuk menyalakan lampu utama kendaraan guna meningkatkan visibilitas dan kewaspadaan terhadap kendaraan lain.
BMKG juga mengingatkan agar warga selalu memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi. Pembaruan informasi akan terus dilakukan seiring dengan dinamika atmosfer yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan.