Pemuda 20 Tahun Hanyut di Sungai Ogan Lubuk Rukam Ogan Ilir, Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian Sabtu Malam

Penulis: Syaiful Bahri  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 00:03:01 WIB
Tim gabungan melanjutkan pencarian pemuda hanyut di Sungai Ogan, Lubuk Rukam, Sabtu malam.

OGAN ILIR — Arus deras Sungai Ogan kembali memakan korban. Seorang pemuda berinisial MRS (20), warga Desa Talang Dukun, dilaporkan hanyut saat berenang di aliran sungai yang berada di Dusun I Desa Lubuk Rukam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (29/8/2026) sore.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Ogan Ilir, Edi Rahmat, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.40 WIB dan tim gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian.

Kronologi: Korban Hilang Usai Kedua Temannya Naik ke Tepi

Peristiwa berawal saat korban bersama dua orang temannya, Adlan dan Ilham, mendatangi Sungai Ogan untuk berenang dan bermain air. Kondisi arus sungai saat itu disebut cukup deras.

Sekitar pukul 17.30 WIB, kedua teman korban memutuskan untuk berhenti berenang dan menepi ke pinggir sungai. Namun, saat keduanya sudah berada di tepian, mereka menyadari korban sudah tidak terlihat lagi di sekitar lokasi.

Pencarian Sempat Dilakukan Warga dan Polisi Sejak Sore

Mengetahui rekannya hilang, Adlan dan Ilham langsung melakukan pencarian di sekitar sungai. Upaya mereka kemudian dibantu oleh warga setempat dan anggota Polri yang menyisir sepanjang aliran Sungai Ogan, khususnya di wilayah Dusun I Desa Lubuk Rukam.

“Sampai dengan laporan ini dibuat korban belum ditemukan, dan kegiatan pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan,” ujar Edi Rahmat.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih berlangsung. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan warga setempat terus berupaya menemukan korban sebelum kondisi gelap semakin menyulitkan proses evakuasi.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: sumeks.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top