Pagar Alam — Pemerintah Kota Pagar Alam resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Sumatera Selatan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Kamis (30/04/2026). Kegiatan penandatanganan berlangsung di Hotel Swarna Dwipa Palembang dan menandai tonggak awal dalam membangun sinergi lintas sektor guna meningkatkan daya saing kopi Pagar Alam di kancah internasional.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Fondasi Ekosistem Kopi
Penandatanganan MoU ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan strategis, termasuk perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM, pelaku teknologi blockchain, BGR Logistik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pelindo, serta Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen sektor publik dan privat dalam mendukung pengembangan kopi lokal.
Rangkaian acara diawali dengan diskusi mendalam yang mengupas aspek-aspek krusial dalam pengembangan kopi Pagar Alam. Fokus utama adalah membangun fondasi kepercayaan dalam rantai perdagangan, yang dianggap menjadi faktor kunci untuk menembus pasar global. Pembahasan juga mencakup strategi penguatan sistem logistik dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kopi lokal.
Pagar Alam Dipilih sebagai Pionir Program Ekosistem Terintegrasi
Ketua Umum KADIN Sumatera Selatan, H. Affandi Udji, menjelaskan alasan dipilihnya Kota Pagar Alam sebagai daerah pertama dalam implementasi kerja sama tersebut. Menurutnya, kesiapan infrastruktur, kualitas produk, serta komitmen pemerintah daerah menjadi faktor utama yang membedakan Pagar Alam dari daerah lain di Sumatera Selatan. "Kami melihat Pagar Alam memiliki kesiapan yang lebih matang untuk menjadi pionir dalam pengembangan perdagangan kopi berbasis ekosistem terintegrasi," ungkapnya.
Affandi juga menekankan bahwa kerja sama ini merupakan langkah awal revitalisasi perdagangan kopi di Sumatera Selatan dengan fokus mengembalikan identitas asli komoditas tersebut. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar perdagangan, tetapi upaya mengembalikan nilai ekonomi kopi Sumatera Selatan agar lebih berdaya saing di pasar internasional.
Komitmen Pemkot Pagar Alam Angkat Kopi Kembali ke Pasar Global
Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh KADIN Sumsel dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk berkolaborasi secara aktif. Menurutnya, momentum ini penting untuk memperkenalkan kembali kopi Pagar Alam sebagai komoditas unggulan yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Ludi juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kesuksesan program. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan berbagai pihak seperti sektor keuangan, logistik, hingga teknologi akan memperkuat fondasi ekosistem perdagangan kopi secara menyeluruh.
Target Peningkatan Nilai Tambah dan Perluasan Akses Pasar
Dengan adanya MoU ini, Pemerintah Kota Pagar Alam optimistis dapat meningkatkan nilai tambah produk kopi lokal, memperluas akses pasar, serta mendorong kesejahteraan petani. Inisiatif ini juga diharapkan mampu mengangkat kembali citra Pagar Alam sebagai salah satu sentra kopi berkualitas di Indonesia yang selama ini kerap diasosiasikan dengan daerah lain.
Ke depan, implementasi kerja sama akan difokuskan pada penguatan rantai pasok, digitalisasi perdagangan, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha. Dengan strategi yang terintegrasi, kopi Pagar Alam ditargetkan mampu menembus pasar ekspor secara lebih luas dan berkelanjutan, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan OJK setempat.