PALEMBANG — Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang merilis data terbaru terkait jumlah korban jiwa dalam insiden tabrakan maut di wilayah Musi Rawas Utara (Muratara). Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam Tim Disaster Victim Identification (DVI), total korban meninggal dunia yang semula dilaporkan 16 orang, kini dipastikan mencapai 18 orang.
Mengapa Jumlah Korban Jiwa Bertambah Menjadi 18 Orang?
Penambahan angka ini terjadi setelah tim medis melakukan pemeriksaan terhadap 16 kantong jenazah yang dikirim dari lokasi kejadian. Petugas menemukan fakta bahwa salah satu kantong ternyata berisi dua bagian tubuh dari individu berbeda yang saling menempel.
"Dari hasil pemeriksaan lanjutan, terdapat dua potongan tubuh yang saling menempel di bagian ketiak. Berdasarkan identifikasi, potongan tersebut berasal dari dua orang yang berbeda," jelas Kepala RS Bhayangkara M Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budi Santoso, Jumat (8/5/2026) malam.
Akumulasi 18 korban tersebut terdiri dari 17 jenazah yang diidentifikasi di RS Bhayangkara Palembang dan satu korban lainnya yang sebelumnya dinyatakan meninggal dunia di RSUD Rupit.
Identifikasi Balita yang Ditemukan dalam Kondisi Rusak Parah
Tim DVI menghadapi tantangan besar dalam mengidentifikasi temuan terbaru ini karena kondisi fisik jenazah yang terdampak kebakaran hebat. Potongan tubuh yang ditemukan berukuran sangat kecil dan mengalami kerusakan struktur yang cukup masif.
Dugaan sementara petugas medis menunjukkan bahwa potongan tubuh tersebut merupakan milik seorang anak kecil atau balita. Namun, jenis kelamin korban belum bisa dipastikan secara kasat mata dan memerlukan uji laboratorium lebih lanjut.
"Potongan tubuh itu diduga milik anak kecil atau balita. Kondisinya sangat hancur sehingga identifikasi membutuhkan proses lebih mendalam," tambah dr Budi kepada awak media.
Temuan Dompet Cokelat Ungkap Identitas Korban Atas Nama Sukino
Selain mengidentifikasi jumlah korban, petugas juga menemukan petunjuk identitas penting di dalam kantong jenazah bernomor PM 09. Sebuah dompet berwarna cokelat ditemukan berisi dokumen lengkap yang menjadi titik terang bagi tim identifikasi.
Di dalam dompet tersebut, petugas menemukan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), hingga kartu ATM dari dua bank berbeda. Seluruh dokumen identitas tersebut tercatat atas nama Sukino.
Temuan ini diharapkan dapat mempercepat proses pencocokan data ante-mortem dan post-mortem agar jenazah bisa segera diserahkan kepada pihak keluarga. Hingga saat ini, Tim DVI Mabes Polri masih terus bekerja meneliti sisa kantong jenazah lainnya yang tiba di Palembang.