PALEMBANG — Insiden berdarah di tempat hiburan malam Panhead, Palembang, pada Sabtu (16/5) sekitar pukul 02.30 WIB, menewaskan seorang prajurit TNI. Peristiwa ini diduga dipicu oleh selisih paham yang berujung perkelahian antara korban dan pelaku, yang disebut-sebut turut melibatkan rekan korban di lokasi.
Menurut keterangan saksi di tempat kejadian, pelaku diduga mengeluarkan senjata api dan melepaskan satu tembakan yang merenggut nyawa korban. Hingga saat ini, Denpom masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap kronologi lengkap dan motif di balik peristiwa tersebut.
Manajemen: Evaluasi Ketat Prosedur Keamanan
Pihak manajemen Panhead melalui kuasa hukumnya, Redho Junaidi, SH, MH, dan Andika Andalan Tama, SH, MH, menyampaikan belasungkawa mendalam. “Kejadian ini sangat tidak kami inginkan, dari segala safety keamanan prosedur sudah dijalankan secara maksimal,” ujar Redho saat ditemui di lokasi, Sabtu sore.
Redho menegaskan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang tengah berjalan. “Apapun itu prosesnya ketika ada proses hukum intinya kami hormati kedepankan proses hukumnya,” tandasnya. Ia menambahkan, saat ini kewenangan penuh untuk menjelaskan detail kronologis ada di tangan Denpom.
Pintu Masuk Akan Diperiksa Dua Kali Lipat
Pasca kejadian, manajemen berencana memperketat sistem keamanan di area masuk. Andika Andalan Tama menjelaskan, alat pendeteksi logam dan X-Ray yang sebelumnya hanya memeriksa pengunjung satu kali akan digandakan menjadi dua tahap. “Biar tidak kebobolan lagi,” tegasnya.
Langkah ini diambil sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kegiatan operasional, terutama terkait pengawasan tamu yang masuk ke area Panhead. Manajemen juga mempertimbangkan aspek keberlangsungan usaha, mengingat banyak pekerja yang menggantungkan hidupnya di tempat tersebut.
Police Line dan Nasib Usaha Pasca Insiden
Redho menyebutkan bahwa pemasangan police line di tempat kejadian perkara (TKP) sepenuhnya merupakan kewenangan penyelidik. Pihaknya hanya bisa menunggu dan mengikuti arahan dari Denpom. “Ini juga menjadi bahan evaluasi dari kami,” ujarnya.
Manajemen berharap proses penyelidikan dapat berjalan cepat dan transparan, sehingga operasional tempat hiburan dapat kembali normal. “Kami memohon pertimbangan untuk itu,” pungkas Redho, merujuk pada nasib puluhan karyawan yang terdampak. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Denpom Palembang terkait perkembangan kasus.