SUMATERA SELATAN — Pemandangan haru terlihat di Stadion Metropolitano saat Griezmann memberikan pidato perpisahan di tengah lapangan usai Atletico mengalahkan Girona 1-0 di La Liga. Pemain yang menjadi top skor sepanjang masa klub dengan 212 gol dalam 500 pertandingan itu tak kuasa menahan tangis. Ia datang ke stadion dengan wajah yang sudah tampak emosional sejak awal.
Permintaan Maaf yang Tak Pernah Usai untuk Fans yang Kecewa
"Saya tahu banyak dari kalian yang sudah memaafkan, tapi beberapa masih belum. Jadi saya minta maaf sekali lagi," ujar Griezmann di hadapan tribun yang penuh sesak. Ia mengakui bahwa kepergiannya ke Barcelona pada 2019 adalah sebuah kesalahan besar yang dilakukan di usia yang masih muda.
"Saya tidak menyadari betapa besar cinta yang ada di sini. Saya masih sangat muda, dan ya, saya membuat kesalahan. Saya mempertimbangkannya kembali dan melakukan segalanya untuk kembali ke sini dan menikmatinya lagi," tambahnya.
Dari Sayap Kiri Menjadi Mesin Gol yang Tak Kenal Lelah
Griezmann bergabung dengan Atletico dari Real Sociedad pada 2014 sebagai pemain sayap kiri. Namun, tangan dingin pelatih Diego Simeone mengubahnya menjadi striker kelas dunia yang haus gol. Dalam 10 musim yang terbagi dua periode, ia menjadi ikon yang tak tergantikan di klub ibukota Spanyol tersebut.
Satu-satunya trofi besar yang ia raih bersama Atletico adalah Liga Europa 2018, yang ia persembahkan sebelum membawa Prancis juara Piala Dunia di Rusia pada musim panas yang sama. Ia juga sempat merasakan gelar La Liga 2021, namun saat itu ia sedang dipinjamkan dari Barcelona.
Pujian dari Legenda dan Pelatih: "Kau Menular untuk Rekan Setim"
Momen perpisahan itu juga dihadiri oleh legenda Atletico seperti Fernando Torres dan Diego Godin, serta keluarga dan presiden klub Enrique Cerezo. Torres memberikan pujian setinggi langit. "Hari ini adalah hari Antoine. Dia pasti yang terbaik yang pernah kami lihat dengan mata kepala sendiri," ucap Torres.
Simeone, pelatih yang mengubah karier Griezmann, tak ketinggalan memberikan penghormatan. "Kau datang bermain di sayap dan kami menempatkanmu di tengah, dan kau menjadi tak pernah puas untuk mencetak gol. Kau memiliki sesuatu yang menular bagi rekan setimmu, dan itu membawamu ke tempat yang layak kau dapatkan," kata pelatih asal Argentina itu.
Perpisahan yang Menyisakan Tanda Tanya: Apa yang Akan Terjadi di MLS?
Setelah 10 musim penuh perjuangan, Griezmann kini bersiap untuk petualangan baru di Orlando City. Namun, satu hal yang pasti: permintaan maafnya mungkin tak akan pernah cukup bagi segelintir fans yang masih kecewa. Tapi bagi sebagian besar lainnya, ia tetap menjadi legenda yang pernah membuat hati Metropolitano berdegup kencang.