Peringatan itu disampaikan Herman Deru saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lahat, Rabu (20/5/2026). Menurutnya, disrupsi teknologi bukan lagi ancaman masa depan, melainkan sudah terjadi dan mengubah peta ekonomi secara nyata.
Bisnis Konvensional yang Mulai Tergusur
"Perubahan teknologi telah menggeser banyak jenis usaha konvensional, seperti wartel, warnet, hingga konter pulsa tradisional," ujar Herman Deru dalam sambutannya.
Ia menilai kondisi ini menjadi peringatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk tidak lengah. Jika tidak sigap beradaptasi, bonus demografi yang seharusnya menjadi kekuatan justru bisa menjadi beban.
Lahat, Kabupaten Tertua yang Harus Tahan Banting
Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga menyoroti posisi historis Kabupaten Lahat. Ia menyebut Lahat merupakan salah satu kabupaten tertua di Sumatera Selatan, bahkan usianya lebih tua dibandingkan Provinsi Sumsel yang kini memasuki 80 tahun.
Menurutnya, usia panjang sebuah daerah harus diimbangi dengan ketangguhan menghadapi tantangan fiskal dan perubahan zaman. Ia menilai arah pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati Bursah Zarnubi sudah tepat, terutama dalam penguatan sumber daya manusia.
Fokus pada SDM Menuju Indonesia Emas 2045
Herman Deru menekankan bahwa persiapan menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari sekarang. Daerah tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam, melainkan harus membangun manusia yang melek teknologi dan adaptif terhadap perubahan.
"Kepemimpinan Bupati Bursah Zarnubi membawa Kabupaten Lahat semakin berkembang dan memiliki masa depan yang menjanjikan," kata Herman Deru.
Ia berharap momentum HUT ke-157 Lahat menjadi titik tolak untuk mempercepat transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik hingga ekonomi kerakyatan.
Apa yang Harus Dilakukan Daerah?
Gubernur tidak merinci kebijakan teknis, tetapi ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah harus menjadi motor penggerak literasi digital. Tanpa intervensi kebijakan yang tepat, masyarakat bisa tertinggal di tengah arus perubahan yang semakin cepat.
Lahat, yang pernah menjadi induk bagi sejumlah daerah otonomi baru di Sumsel, kini dituntut untuk kembali menjadi contoh dalam hal ketangguhan dan inovasi menghadapi era digital.