Pencarian

Harga TBS Sawit di Sumatera Selatan Anjlok Rp 855 per Kilogram, Petani Keluhkan Buah Membusuk Akibat Kebijakan BUMN Eksportir Tunggal

Sabtu, 23 Mei 2026 • 13:41:38 WIB
Harga TBS Sawit di Sumatera Selatan Anjlok Rp 855 per Kilogram, Petani Keluhkan Buah Membusuk Akibat Kebijakan BUMN Eksportir Tunggal
Harga TBS sawit di Sumatera Selatan turun drastis hingga Rp 855 per kilogram dalam beberapa hari terakhir.

PALEMBANGHarga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Selatan tercatat turun drastis dari Rp 3.577 menjadi Rp 2.722 per kilogram hanya dalam beberapa hari. Penurunan sebesar Rp 855 per kilogram ini merupakan yang tertajam dibandingkan provinsi sentra sawit lainnya di Indonesia, seperti Kalimantan Tengah yang turun Rp 320 per kilogram dan Jambi yang turun Rp 322 per kilogram.

Ketua Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), Mansuetus Darto, mengatakan bahwa pengumuman pemerintah pusat soal PT DSI justru memicu kontraproduktif di lapangan. "Ketidakpastian ini memicu kepanikan pasar, spekulasi, dan penurunan aktivitas perdagangan yang akhirnya langsung menekan harga CPO dan harga TBS petani," kata Darto dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2026).

Petani Sumsel Paling Terpukul, Buah Sawit Mulai Membusuk

Dari data yang dirilis POPSI, harga TBS di Sumatera Selatan anjlok 23,9 persen dalam waktu singkat. Kondisi ini disebut lebih parah dibandingkan Sumatera Utara yang hanya turun dari Rp 3.299 menjadi Rp 2.899 per kilogram atau turun 12,1 persen.

Darto menjelaskan bahwa pelaku usaha sawit, mulai dari trader hingga refinery, memilih menahan diri setelah kebijakan eksportir tunggal diumumkan. Mereka tidak mau mengambil buah sawit petani di kebun karena belum ada kejelasan mekanisme perdagangan dan pembentukan harga setelah PT DSI beroperasi. Akibatnya, buah sawit yang sudah matang tidak terpanen dan mulai membusuk.

Mengapa Pabrik Pengolahan Berhenti Membeli dari Petani?

POPSI mencatat harga tender CPO nasional turun dari Rp 15.300 per kilogram menjadi Rp 12.150 per kilogram. Penurunan harga CPO ini membuat perusahaan pengolahan sawit cenderung hanya membeli bahan baku dari kebun sendiri untuk memperkecil risiko kerugian.

"Akhirnya kembali menekan harga TBS petani bahkan petani tidak bisa panen kalau pabrik-pabrik itu tutup untuk mencegah kerugian mereka," ujar Darto. Petani sawit independen yang tidak memiliki pabrik pengolahan maupun jaringan ekspor sendiri menjadi pihak yang paling terdampak.

Fakta Singkat Penurunan Harga TBS Sawit di 4 Provinsi

  • Sumatera Selatan: dari Rp 3.577/kg menjadi Rp 2.722/kg (turun Rp 855/kg)
  • Kalimantan Tengah: dari Rp 3.483/kg menjadi Rp 3.163/kg (turun Rp 320/kg)
  • Jambi: dari Rp 3.266/kg menjadi Rp 2.944/kg (turun Rp 322/kg)
  • Sumatera Utara: dari Rp 3.299/kg menjadi Rp 2.899/kg (turun Rp 400/kg)

Darto menyebut akar persoalan tata kelola sawit saat ini terletak pada regulasi dan mekanisme pelaksanaan kebijakan yang belum jelas. Pengusaha belum mengetahui mekanisme perdagangan, pembayaran, hingga risiko bisnis setelah PT DSI beroperasi. Kondisi tidak pasti ini, menurut POPSI, harus segera direspons pemerintah dengan sosialisasi teknis yang jelas agar pasar kembali bergerak dan petani tidak terus menanggung kerugian.

Bagikan
Sumber: money.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks