PRABUMULIH — Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, resmi melantik 139 pejabat dalam rotasi besar-besaran yang digelar di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih. Pelantikan ini menjadi salah satu mutasi massal yang dilakukan pemkot dalam rangka penyegaran organisasi dan optimalisasi kinerja aparatur sipil negara (ASN).
Mengapa Rotasi Massal Ini Dilakukan?
Franky Nasril menyebut rotasi ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Prabumulih untuk mengisi kekosongan jabatan strategis sekaligus memberikan penyegaran di tubuh birokrasi. Ia menekankan bahwa mutasi bukanlah hukuman, melainkan bentuk penyegaran dan pengembangan karier bagi ASN.
“Rotasi ini adalah hal biasa dalam birokrasi. Tujuannya untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Franky di hadapan para pejabat yang dilantik.
Jabatan Apa Saja yang Dirotasi?
Rotasi ini mencakup pejabat eselon II, III, dan IV di berbagai dinas, badan, kecamatan, hingga kelurahan. Beberapa posisi yang mengalami perubahan antara lain kepala dinas, camat, lurah, serta kepala bidang di sejumlah instansi. Pemkot Prabumulih memastikan bahwa proses mutasi berjalan sesuai aturan dan kebutuhan organisasi.
Fakta Singkat Rotasi Pejabat Prabumulih
- Total pejabat yang dilantik: 139 orang.
- Dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril.
- Meliputi pejabat eselon II, III, dan IV di seluruh lingkup Pemkot.
- Bertujuan untuk penyegaran birokrasi dan peningkatan pelayanan publik.
Apa Pesan Wawako ke Pejabat Baru?
Dalam sambutannya, Franky Nasril berpesan agar para pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dan bekerja maksimal di posisi barunya. Ia juga meminta agar setiap pejabat memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing secara detail.
“Jangan ada masa transisi yang lama. Saya minta pejabat yang baru langsung bekerja dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Prabumulih,” tegasnya.
Bagaimana Dampaknya bagi Pelayanan Publik?
Pemkot Prabumulih optimistis rotasi ini akan berdampak positif pada pelayanan publik. Dengan penyegaran di berbagai lini, diharapkan birokrasi menjadi lebih dinamis dan responsif terhadap kebutuhan warga. Pemkot juga akan melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja pejabat yang baru dilantik.