Pencarian

Pemprov Sumsel Tanggung Akomodasi hingga Pemulangan Jenazah Korban Bus ALS di Muratara, 1 Pasien Masih Dirawat

Selasa, 26 Mei 2026 • 18:25:01 WIB
Pemprov Sumsel Tanggung Akomodasi hingga Pemulangan Jenazah Korban Bus ALS di Muratara, 1 Pasien Masih Dirawat
Gubernur Sumsel Herman Deru memastikan Pemprov tanggung akomodasi hingga pemulangan jenazah korban kecelakaan bus ALS di Muratara.

PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan Pemprov memberikan penanganan maksimal bagi korban kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Bantuan yang diberikan meliputi akomodasi, penginapan, makan dan minum keluarga korban, hingga transportasi yang layak selama proses identifikasi dan pemulangan jenazah.

“Itu kita bantu mulai dari akomodasi, penginapan, hotel, makan dan minum keluarga korban, hingga transportasi yang layak. Kita berikan yang terbaik bagi korban dan keluarga korban,” kata Herman Deru saat menghadiri kegiatan Bakti Sosial Celah Bibir di RS Khusus Mulut dan Gigi (RSKGM), Jumat (22/5/2026).

Fasilitas yang Disiapkan bagi Korban dan Keluarga

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel dr Trisnawarman menjelaskan, fasilitas yang langsung disiapkan meliputi akomodasi dan penginapan bagi keluarga korban selama proses pemeriksaan ante mortem dan post mortem. Pemprov juga menyediakan peti jenazah, ambulans untuk mengantar jenazah ke Muratara, hingga transportasi dari hotel menuju RS Bhayangkara.

Seluruh biaya perawatan korban ditanggung melalui skema Jasa Raharja, BPJS Kesehatan, dan RS Bhayangkara. Pemprov Sumsel juga membantu administrasi surat-menyurat serta hadir dalam setiap press release perkembangan kasus.

10 Dokter dan Perawat Dikerahkan untuk Identifikasi Korban

Dinkes Sumsel menerjunkan tim kesehatan sejak hari pertama kecelakaan. Sebanyak 10 dokter dan perawat dari Dinkes Sumsel, 20 personel dari RS Bhayangkara dan Dokkes Polda Sumsel, serta empat orang tim forensik dari RS Polri Pusat dikerahkan ke lokasi.

“Dinkes Sumsel terus melakukan koordinasi intensif dengan menugaskan delapan dokter dan perawat untuk membantu tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda Sumsel dalam proses ante mortem dan post mortem,” ujar Trisnawarman.

Kendala Terbesar: Luka Bakar Berat pada Korban

Trisnawarman mengungkapkan kendala terbesar yang dihadapi tenaga kesehatan di lokasi kejadian adalah sulitnya proses identifikasi korban. Kondisi tubuh korban yang mengalami luka bakar berat membuat proses verifikasi identitas berjalan lambat.

Meski demikian, pertolongan pertama di lokasi kejadian dinilai cukup memadai sebelum korban dirujuk untuk mendapatkan penanganan spesialis bedah plastik. Hingga saat ini, tersisa satu korban yang masih menjalani pemulihan di RS Bhayangkara.

Fakta Singkat Penanganan Korban Bus ALS

  • Tim medis: 10 dokter dan perawat dari Dinkes Sumsel, 20 personel RS Bhayangkara, 4 forensik dari RS Polri Pusat
  • Fasilitas keluarga: akomodasi, penginapan, konsumsi, transportasi, peti jenazah
  • Pembiayaan: Jasa Raharja, BPJS Kesehatan, RS Bhayangkara
  • Kendala utama: luka bakar berat pada korban menghambat identifikasi

Koordinasi Lintas Instansi untuk Antisipasi Bencana Massal

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Sumsel bekerja sama dengan Polda Sumsel, pemerintah kabupaten, Dinkes, Jasa Raharja, dan RS Bhayangkara untuk percepatan penanganan jika terjadi kecelakaan besar di masa mendatang. Dinkes Sumsel juga berkoordinasi dengan Dinkes se-Sumsel untuk mitigasi dan persiapan bencana.

Trisnawarman mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan saat bepergian. “Kepada masyarakat yang akan bepergian, jangan lupa menyiapkan data-data lengkap, memilih perjalanan yang memiliki manifes penumpang, serta memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat,” pesannya.

Bagikan
Sumber: sumselsatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks