PRABUMULIH — SKK Migas bersama Pertamina berhasil mencatatkan temuan fluida minyak dan gas bumi yang signifikan melalui pengeboran Sumur TLJ-A38 di area Talang Jimar. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebutkan, uji produksi yang digelar pada 27 Mei 2026 lalu menghasilkan Net Natural Open Flow sebesar 3.176,8 barel minyak per hari (BOPD).
“Alhamdulillah berkat kerja keras teman-teman Pertamina dan doa kita semua dikabulkan Allah, bahwa pengeboran Infill Drilling Sumur TLJ-A38 berhasil mendapatkan fluida minyak dan gas bumi,” ujar Djoko dalam keterangannya, Kamis (28/5).
Kandungan Air Hanya 0,1 Persen, Target Reservoir Lebih Dalam
Selain volume produksi yang tinggi, sumur ini juga memiliki kadar air yang sangat rendah. Djoko menjelaskan, water content (WC) dari sumur TLJ-A38 hanya mencapai 0,1 persen, menandakan kualitas fluida yang sangat baik.
Pemboran sumur ini dilakukan lebih dalam dibandingkan sumur referensi TLJ-258. Target reservoir berada pada lapisan TAF-C, dan sumur dikomplesi di kedalaman 1.544 hingga 1.546,5 meter measured depth (mMD). Lokasi sumur ini berada di antara Struktur Talang Jimar Tengah yang sudah existing dengan Struktur Prabumulih Barat.
Inovasi Reproses Seismik 3D Jadi Kunci Keberhasilan
Djoko menegaskan bahwa keberhasilan pengeboran ini tidak lepas dari inovasi rejuvenasi data bawah permukaan. Pihaknya melakukan reproses seismik 3D Talang Jimar yang menjadi dasar penentuan posisi sumur atau well positioning. “Keberhasilan ini membuka peluang pengembangan lapangan di area kompartemen Talang Jimar Barat,” katanya.
Ke depan, SKK Migas akan melakukan evaluasi bean performance guna mengoptimalkan produksi sebelum dialirkan menuju stasiun pengumpul minyak. Djoko juga menekankan bahwa temuan ini membuktikan kemampuan sumber daya manusia industri migas nasional dalam meningkatkan produksi dari lapangan-lapangan existing.
“Terbukti bahwa kemampuan para engineer SDM dan kepemimpinan yang cepat mengambil keputusan di lapangan, yang terus bekerja dengan keyakinan dan semangat tinggi menjadi kunci yang sangat menentukan keberhasilan menaikkan produksi minyak dan gas,” jelas Djoko.
Fakta Singkat Sumur TLJ-A38 Prabumulih
- Produksi Alami: 3.176,8 barel minyak per hari (BOPD) dan 1,6 MMSCFD gas.
- Kadar Air: Sangat rendah, hanya 0,1 persen water content (WC).
- Kedalaman Komplesi: 1.544 hingga 1.546,5 meter measured depth (mMD).
- Target Reservoir: Lapisan TAF-C, lebih dalam dari sumur referensi TLJ-258.
- Dasar Teknis: Reproses seismik 3D Talang Jimar untuk well positioning.