Pencarian

Harga TBS Sawit di Sumsel Dinilai Tak Wajar, Pemerintah Targetkan Kenaikan 10 Persen di Tingkat Petani

Selasa, 09 Juni 2026 • 13:42:14 WIB
Harga TBS Sawit di Sumsel Dinilai Tak Wajar, Pemerintah Targetkan Kenaikan 10 Persen di Tingkat Petani
Petani sawit Sumsel mengeluhkan harga TBS yang turun meski harga CPO dunia stabil.

PALEMBANG — Harga TBS sawit di Sumatera Selatan dinilai tidak wajar oleh para petani karena anjlok di saat harga CPO dunia masih tergolong tinggi. Pemerintah provinsi pun menetapkan target kenaikan harga TBS sebesar 10 persen untuk menekan kerugian petani di lapangan.

Berapa Harga TBS Saat Ini dan Target Barunya?

Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Sumsel, harga TBS di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp 2.100 hingga Rp 2.300 per kilogram untuk TBS berusia 10-20 tahun. Angka ini turun signifikan dari harga rata-rata bulan sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 2.800 per kilogram.

Pemerintah menargetkan harga tersebut naik menjadi sekitar Rp 2.500 hingga Rp 2.600 per kilogram. Kenaikan 10 persen ini dianggap sebagai titik ideal yang bisa menutup biaya produksi petani dan memberikan margin keuntungan kecil.

Mengapa Petani Menilai Penurunan Ini Tak Wajar?

Petani sawit di beberapa kabupaten seperti Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir mengeluhkan disparitas harga. Mereka mencatat, saat harga TBS turun drastis, harga CPO di pasar internasional justru berada di level stabil, yakni di atas Rp 15.000 per kilogram.

"Biaya pupuk dan tenaga kerja tidak turun, tapi harga TBS turun. Ini yang memberatkan," ujar seorang perwakilan petani dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Sumsel. Ia menambahkan bahwa tengkulak kerap menjadi pihak yang paling diuntungkan dalam situasi ini.

Apa Langkah Pemerintah Sumsel?

Pemprov Sumsel tidak hanya menetapkan target harga. Mereka juga mendorong pembentukan tim pengawas harga di tingkat kabupaten/kota. Tim ini akan memantau transaksi TBS di pabrik kelapa sawit (PKS) dan memastikan tidak ada praktik permainan harga oleh oknum pembeli.

Selain itu, pemerintah akan mengoptimalkan peran Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olahan Karet dan Sawit (UPBKS) untuk menyerap TBS petani dengan harga yang lebih kompetitif. Langkah ini diharapkan memutus rantai tengkulak yang selama ini mendikte harga.

Dampak ke Petani Jika Target Tak Tercapai

Jika harga TBS tidak kunjung naik, petani kecil di Sumsel terancam mengurangi perawatan kebun. Efek jangka panjangnya adalah penurunan produksi sawit di provinsi yang menjadi salah satu lumbung sawit nasional ini.

Pemerintah menargetkan realisasi kenaikan harga bisa terlihat dalam satu hingga dua pekan ke depan, setelah kebijakan pengawasan dan pembelian langsung oleh BUMD mulai berjalan efektif.

Bagikan
Sumber: rmolsumsel.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks