Pencarian

Kementerian ESDM Targetkan 100 GW PLTS, BESS Disiapkan sebagai Jaring Pengaman Pasokan

Rabu, 10 Juni 2026 • 10:17:31 WIB
Kementerian ESDM Targetkan 100 GW PLTS, BESS Disiapkan sebagai Jaring Pengaman Pasokan
Sekretaris Ditjen EBTKE Kementerian ESDM menyampaikan target 100 GW PLTS dalam EESA Summit Indonesia 2026.

SUMATERA SELATAN — Target ambisius itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Harris, dalam pembukaan EESA Summit Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (9/6/2026). Menurutnya, potensi tenaga surya nasional mencapai lebih dari 3.000 gigawatt, namun realisasinya bergantung pada kesiapan teknologi penyimpanan.

Potensi 3.000 GW vs Realitas Intermiten

Harris menegaskan bahwa energi surya tidak bisa berdiri sendiri. Sifatnya yang bergantung pada cuaca membuat pasokan listrik dari panel surya tidak bisa diandalkan sepanjang waktu tanpa cadangan.

“Indonesia memiliki potensi energi surya lebih dari 3.000 gigawatt. Tetapi kita juga menyadari bahwa energi surya tidak bisa berdiri sendiri. Energi surya membutuhkan cadangan dan sistem penyimpanan,” ujar Harris.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini masih merumuskan strategi dan regulasi pendukung. Fokusnya bukan hanya pada pembangunan PLTS, tetapi juga penyiapan sistem penyimpanan energi yang memadai.

Sinergi dengan China dan Skema Pendanaan

Chief Operating Officer Seven Event, Agus Riyadi, selaku penyelenggara EESA Summit, mengatakan forum ini menjadi jembatan strategis antara pemerintah dan industri. Ia menyoroti pentingnya kerja sama dengan China dalam hal inovasi teknologi baterai.

“Kami berharap, sinergi yang kuat antara Indonesia dan China, khususnya melalui pemanfaatan inovasi teknologi penyimpanan energi, dapat mempercepat pencapaian target transisi energi bersih,” kata Agus.

Dalam sesi diskusi, hadir Koordinator Keteknikan dan Lingkungan Direktorat Energi Terbarukan Kementerian ESDM, Hery Ferdiansyah, serta perwakilan PT PLN (Persero) dan Resource Electric Tianjin Ltd. Mereka membahas arah kebijakan pasar penyimpanan energi, peluang proyek, dan prioritas lokalisasi.

Dari Proyek Percontohan ke Investasi Skala Besar

Summit ini juga membahas regulasi industri, termasuk skema Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 2.0. Diskusi menyoroti strategi usaha patungan antara kepatuhan regulasi dan penciptaan nilai jangka panjang.

Sesi penutup berupa forum pendanaan berkelanjutan bertajuk “Project & Investment Roundtable from Pilot Projects to Scaled Deployment”. Pembahasan difokuskan pada model kemitraan pembiayaan dan investasi di Indonesia untuk mempercepat transisi dari proyek percontohan ke penerapan skala besar.

Pemerintah menargetkan roadmap 100 GW PLTS nasional sebagai bagian dari bauran energi bersih. Tanpa BESS yang memadai, kata Harris, target itu hanya akan menjadi angka di atas kertas.

Bagikan
Sumber: akurat.co

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks