MUARADUA — Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana menyatakan SPPG ini merupakan wujud dukungan Polri terhadap program prioritas pemerintah. Kehadirannya diharapkan mampu memutus rantai stunting sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul sejak dini.
Fasilitas Dapur Modern untuk 3.024 Penerima Manfaat
SPPG yang berlokasi di Kecamatan Ranau ini tidak hanya melayani siswa dari sembilan satuan pendidikan. Balita, ibu hamil, dan ibu menyusui juga masuk dalam daftar penerima manfaat. "Kami ingin memastikan anak sekolah dan kelompok rentan dapat asupan cukup setiap hari," kata Kapolres dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA dari Baturaja, Jumat.
Fasilitas yang disediakan mencakup dapur modern lengkap dengan peralatan memasak dan alat transportasi pendukung operasional. Semua itu dirancang untuk memastikan distribusi makanan berjalan lancar setiap hari.
Menggerakkan Ekonomi Lokal Lewat UMKM
Selain fokus pada penyediaan makanan higienis dan terstandar, SPPG Bhayangkari Polres OKU Selatan juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi lokal. Pemberdayaan UMKM di wilayah setempat menjadi bagian dari skema operasional dapur ini.
"Alhamdulillah hari ini SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari resmi mulai beroperasi," ujar AKBP I Made Redi Hartana.
Model Percontohan dengan Prinsip Transparansi
Kapolres menambahkan, SPPG ini diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain. Kualitas layanan akan terus dijaga melalui kolaborasi dan transparansi. "MBG merupakan program prioritas pemerintah untuk memutus rantai penyakit stunting dan mencetak SDM yang unggul," tegasnya.
Dengan target 3.024 penerima manfaat, SPPG ini menjadi salah satu yang terbesar di wilayah Sumatera Selatan. Operasionalnya akan dipantau secara ketat untuk memastikan setiap kelompok sasaran mendapatkan asupan gizi yang layak setiap hari.