PALEMBANG — Kolaborasi antara Polda Sumatera Selatan dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) kembali diperkuat. Langkah ini ditempuh untuk menjamin keamanan pasokan energi nasional, khususnya batu bara yang menjadi bahan bakar utama pembangkit listrik.
Dalam pertemuan yang digelar di Ruang Delegasi Mapolda Sumsel, Rabu, Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan dan jajaran direksi bertemu langsung dengan Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho. Audiensi ini membahas pola koordinasi pengamanan di lapangan.
PTBA Bukan Sekadar Perusahaan Daerah
Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho menegaskan bahwa PTBA bukan hanya aset kebanggaan Bumi Sriwijaya. Menurutnya, perusahaan pelat merah itu merupakan aset strategis nasional yang berkontribusi besar terhadap pemenuhan energi Indonesia.
"Polda Sumsel berkomitmen memberikan dukungan keamanan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan hukum agar seluruh aktivitas operasional perusahaan dapat berjalan aman dan lancar," kata Sandi dalam pernyataan yang diterima di Palembang.
Koordinasi Tiga Fungsi Kepolisian
Untuk mengantisipasi gangguan di lapangan, Polda Sumsel akan mengerahkan tiga fungsi sekaligus. Mulai dari pengamanan objek vital, intelijen, hingga reserse kriminal. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif.
"Setiap dinamika dan potensi gangguan ke depan akan dikoordinasikan secara cepat melalui fungsi terkait," ujar Sandi. Ia menambahkan, roda perekonomian daerah dan nasional harus tetap berkelanjutan.
Apresiasi dari Direktur Utama PTBA
Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengapresiasi dukungan pengamanan yang selama ini diberikan jajaran kepolisian di Sumsel. Ia menilai koordinasi yang cepat dan terukur dengan aparat penegak hukum menjadi instrumen krusial bagi perusahaan.
Menurut Bambang, kelancaran operasional PTBA berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat luas. Stabilitas ekonomi makro pun ikut terjaga jika distribusi batu bara berjalan tanpa hambatan.
Implementasi Program Presisi Polri
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya menjelaskan, kolaborasi ini merupakan implementasi nyata dari program Presisi Polri. Program tersebut mendukung agenda pembangunan nasional di sektor energi.
"Melalui komunikasi yang cepat dan pengamanan yang profesional, kami ingin memastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini sehingga ketahanan energi nasional tetap terjaga," ujar Nandang.
Sistem Respons Cepat Jadi Prioritas
Dalam pertemuan strategis tersebut, kedua belah pihak sepakat mengoptimalkan sistem respons cepat. Mekanisme ini akan digunakan untuk menangani berbagai isu taktis di lapangan.
Tujuannya jelas: menjamin kelancaran distribusi energi dari hulu ke hilir. Dengan sinergi yang diperkuat, Polda Sumsel dan PTBA berharap pasokan listrik nasional tetap aman di tengah berbagai tantangan operasional.