PALEMBANG — Tambahan kuota ini merupakan tindak lanjut komunikasi Pemerintah Provinsi Sumsel dengan Kementerian PKP dan Kementerian Dalam Negeri. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut keputusan itu sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat mempercepat pengurangan rumah tidak layak huni (RTLH) di daerah.
"Alhamdulillah, hasil pembicaraan sebelumnya bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Menteri Dalam Negeri mendapat tindak lanjut yang baik. Sumsel memperoleh tambahan kuota sekitar 13 ribu unit program perumahan," kata Herman Deru di Palembang, Sabtu.
Ada Tiga Skema Bantuan yang Disiapkan
Program perumahan yang masuk ke Sumsel mencakup tiga skema utama. Pertama, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk pembangunan baru maupun perbaikan rumah milik masyarakat berpenghasilan rendah. Kedua, rehabilitasi rumah tidak layak huni. Ketiga, Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan untuk membantu pembiayaan hunian bagi pelaku UMKM dan masyarakat.
Dari total tambahan kuota, sekitar 6.000 unit telah dipastikan pembagiannya secara proporsional kepada daerah penerima. Validitas data penerima manfaat menjadi faktor krusial agar bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Palembang Kebagian Jatah Tambahan Bertepatan Hari Jadi Kota
Kota Palembang mendapat tambahan kuota BSPS yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Palembang. Semula kuota hanya 600 unit, kini ditingkatkan menjadi 1.091 unit. Gubernur Herman Deru menyebut tambahan ini sebagai hadiah bagi kota tersebut.
"Ini menjadi hadiah bagi Kota Palembang. Saya meminta pemerintah kota menyiapkan usulan yang berbasis data valid agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
Pembangunan Dipusatkan dalam Satu Kawasan
Pemerintah provinsi menekankan agar pembangunan maupun rehabilitasi rumah dilakukan secara terpusat dalam satu kawasan lingkungan tertentu. Tujuannya, hasil pembangunan lebih terlihat dan mampu mendorong penataan kawasan permukiman secara menyeluruh, bukan sekadar perbaikan rumah secara sporadis.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera V, Yustin Patria Primordia, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumsel terhadap program perumahan pusat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten dan kota akan mempercepat peningkatan kualitas perumahan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.
Sumsel Jadi Tuan Rumah Peluncuran Nasional Program Perumahan
Selain mendapat tambahan kuota, Sumsel juga dipercaya menjadi tuan rumah peluncuran nasional program perumahan yang dijadwalkan pada 26-28 Juni 2026. Gubernur Herman Deru berharap momen itu menjadi kesempatan memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menekan angka rumah tidak layak huni serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sumsel.