SUMATERA SELATAN — Pasar kamera gimbal genggam diprediksi bakal makin panas. Setelah Vivo dikabarkan mengembangkan perangkat serupa, Oppo disebut juga tengah menyiapkan produk bernama Oppo Pocket. Informasi ini pertama kali dibocorkan oleh tipster asal Tiongkok, Smart Pikachu, yang menyebut perangkat tersebut sudah memasuki tahap pengujian internal.
Spesifikasi Utama
- Sensor kamera: 200 MP (diduga Sony LYT901 berukuran 1/1,1 inci, serupa dengan rumor Vivo Pocket)
- Teknologi inti: Sistem pencitraan (imaging) canggih khas smartphone flagship Oppo
- Bentuk: Kamera gimbal genggam portabel, mirip DJI Pocket
- Target rilis: Paruh kedua tahun 2026
Fitur Unggulan
Keunggulan utama Oppo Pocket ada pada sensornya yang mencapai 200 MP. Resolusi setinggi ini biasanya hanya ditemukan di ponsel flagship, seperti yang digunakan Oppo pada lini Find X. Dengan dibekali teknologi imaging milik Oppo, perangkat ini diharapkan mampu menghasilkan foto dan video berkualitas tinggi dalam genggaman yang ringkas.
Bentuknya yang berupa gimbal genggam juga menjadi nilai jual. Berbeda dengan smartphone yang mengandalkan stabilisasi digital, Oppo Pocket menggunakan gimbal fisik. Ini membuat perekaman video jadi lebih stabil, cocok untuk vlogging, konten media sosial, atau dokumentasi perjalanan.
Harga & Ketersediaan
Hingga saat ini, Oppo belum memberikan konfirmasi resmi soal keberadaan perangkat ini. Begitu pula soal harga dan ketersediaan di Indonesia. Namun, jika mengacu pada jadwal bocoran, Oppo Pocket kemungkinan baru diperkenalkan pada semester kedua 2026. Belum ada informasi apakah perangkat ini akan dijual global atau terbatas di Tiongkok terlebih dahulu.
Posisi Dibanding Kompetitor
Oppo Pocket bukan satu-satunya pemain baru di segmen ini. Vivo dikabarkan mengembangkan Vivo Pocket dengan spesifikasi sensor yang nyaris identik, yaitu 200 MP Sony LYT901. Keduanya sama-sama menargetkan peluncuran di waktu yang berdekatan, yakni paruh kedua 2026.
Sementara itu, DJI melalui lini Pocket sudah lebih dulu populer di kalangan kreator video berkat stabilisasi gimbal yang mumpuni. Bedanya, DJI Pocket menggunakan sensor yang lebih kecil dan resolusi lebih rendah. Oppo dan Vivo mencoba menawarkan pendekatan baru: kualitas sensor kamera smartphone dalam bodi gimbal yang lebih fleksibel.
Bagi kreator konten yang sudah terbiasa dengan ekosistem Oppo, kehadiran Oppo Pocket bisa menjadi pelengkap yang menarik. Namun, semuanya masih tergantung pada harga, kualitas hasil rekaman, dan seberapa cepat perangkat ini masuk ke pasar Indonesia.