LAHAT — Ribuan pemuda yang mendaftar harus rela tersisih. Dari jumlah tersebut, hanya 365 orang yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti Dikmaba Infanteri Gelombang II di Rindam II/Swj, Puntang, Lahat. Pembukaan pendidikan resmi digelar pada Rabu (17/6/2026) di Lapangan Upacara Secaba Rindam setempat.
Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Danrindam II/Swj Brigjen TNI Lalu Habibburahim Wiradarma, menegaskan bahwa keberhasilan masuk tahap ini adalah momentum yang harus dibayar dengan kerja keras. "Keberhasilan ini harus menjadi penyemangat, pemacu diri, serta momentum untuk membulatkan tekad tanpa keraguan selama mengikuti pendidikan," demikian bunyi amanat Pangdam yang dibacakan di hadapan para siswa.
Tekanan Fisik dan Mental Siap Dihadapi
Pangdam mengingatkan bahwa profesi prajurit TNI AD bukanlah jalan yang mudah. Tantangan, risiko, dan pengorbanan demi kedaulatan NKRI sudah menjadi konsekuensi yang melekat. Para calon bintara diminta memanfaatkan setiap detik pendidikan untuk menimba ilmu militer secara sungguh-sungguh.
Targetnya jelas: melahirkan Bintara yang handal, profesional, dan memiliki kesamaptaan jasmani prima. Pendidikan ini dirancang untuk menguji daya tahan fisik sekaligus kecerdasan taktis di lapangan.
Instruksi Khusus untuk Para Pelatih: Utamakan Faktor Keamanan
Tak hanya kepada siswa, Pangdam juga memberikan instruksi khusus kepada Danrindam beserta jajaran lembaga pendidikan, para pembina, guru militer (gumil), dan pelatih. Ia meminta seluruh elemen pendidikan melaksanakan tugas dengan dedikasi dan tanggung jawab tinggi.
Yang menjadi penekanan utama adalah soal keselamatan. Dalam setiap rangkaian kegiatan latihan, Pangdam memerintahkan agar faktor keamanan dikedepankan dan seluruh prosedur pengamanan dipatuhi dengan baik dan benar. Inovasi metode pengajaran tetap boleh dikembangkan, namun tidak boleh mengorbankan aspek keselamatan para siswa.
Pendidikan Dikmaba Infanteri Gelombang II ini menjadi bagian dari upaya Kodam II/Sriwijaya untuk terus memperkuat personel TNI AD di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya.