PALEMBANG — PT Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju kembali menggelar program peningkatan kapasitas bagi tim pengendali Supply Loss, Selasa (17/6/2026) hingga Rabu (18/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat keandalan operasional kilang dan menjaga performa indikator utama perusahaan.
Mengapa Supply Loss Menjadi Indikator Kunci Perusahaan?
Senior Manager Operation & Manufacturing (SMOM) Kilang Plaju, Asrinur, menegaskan bahwa Supply Loss telah diintegrasikan ke dalam Key Performance Indicator (KPI) utama perusahaan. Artinya, performa tim pengendali memiliki bobot strategis yang dinilai ketat, baik di tingkat unit operasi maupun kantor pusat di Jakarta.
“Sesuatu yang masuk ke dalam KPI berarti memiliki nilai yang sangat penting dan strategis. Oleh karena itu, kita harus bangga karena tim ini merupakan garda terdepan pengendali KPI di Kilang Plaju,” ujar Asrinur dalam sambutannya.
Ia menambahkan, setiap tahun manajemen bahkan menerbitkan surat perintah khusus bagi Tim Loss untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya peran mereka dalam menjaga efisiensi operasional.
Kolaborasi 70 Pekerja Lintas Fungsi
Tim Pengendali Supply Loss Kilang Plaju tidak bekerja sendiri. Tim ini beranggotakan lebih dari 70 pekerja yang terdiri dari koordinator, coach, sekretaris, tim support, dan tim witness. Mereka dibina langsung oleh Executive General Manager dan SMOM sebagai pimpinan tertinggi di kilang.
Enam manajer dari fungsi strategis seperti Refinery Business & Optimization (RBO), Engineering & Development (Engdev), Production, Finance, HSSE, serta Maintenance Planning & Schedule (MPS) bertindak sebagai leader. Section Head Supply Chain & Distribution Kilang Plaju, Albana Ala Maudidi, yang menjabat sebagai Koordinator Tim, menjelaskan bahwa kolaborasi lintas fungsi ini merupakan instrumen utama mitigasi risiko.
Efek Domino pada Kinerja Finansial dan Ketahanan Energi
Menurut Albana, pengendalian yang presisi terhadap potensi kehilangan material tidak hanya menjaga keandalan pasokan. Lebih dari itu, langkah ini memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan finansial perusahaan dengan meminimalkan potensi kerugian.
“Tim kolaboratif ini dibentuk sebagai perwujudan konkret dari upaya pengendalian supply loss yang selaras dengan target KPI perusahaan. Melalui mitigasi loss yang presisi, kita mampu meminimalkan potensi kerugian secara signifikan,” papar Albana.
Dari sisi yang lebih luas, setiap liter produk bahan bakar yang berhasil diselamatkan dari potensi kehilangan secara langsung memperkuat volume pasokan dan menjamin keandalan distribusi energi ke masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan.
Berdasarkan data evaluasi, raihan KPI losses sepanjang tahun 2025 hingga bulan Mei 2026 menunjukkan hasil yang cukup baik dan berada pada jalur yang tepat. Dengan operasional kilang yang efisien dan minim loss, Kilang Plaju memastikan sumber daya energi yang dikelola dapat tersalurkan secara optimal demi menyokong roda perekonomian bangsa.