LUBUKLINGGAU — Sebanyak 11 rumah tidak layak huni di Kota Lubuklinggau mendapat sentuhan renovasi dari jajaran Polda Sumsel dan Polres Lubuklinggau. Satu unit di antaranya sudah rampung dan ditempati penghuninya, sedangkan 10 unit lainnya masih dalam pengerjaan dengan progres 40 hingga 60 persen.
Program ini merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap percepatan pengentasan kemiskinan. Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana turun langsung meninjau lokasi mewakili Kapolda Irjen Pol Sandi Nugroho.
500 Paket Sembako dan Revitalisasi Jembatan
Selain bedah rumah, Polda Sumsel juga menyalurkan 500 paket sembako kepada warga kurang mampu di Lubuklinggau. Pembagian dilakukan bersamaan dengan peninjauan proyek revitalisasi Jembatan Merah Putih yang telah selesai dikerjakan.
Jembatan tersebut menjadi akses vital bagi aktivitas warga. Keberadaannya dinilai strategis untuk memperlancar mobilitas sekaligus distribusi barang dan jasa yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Progres Pembangunan Rumah Capai 60 Persen
Dari 11 unit rumah yang direnovasi, progres pembangunan bervariasi. Satu rumah sudah selesai dan dihuni penerima manfaat, sementara sepuluh lainnya masih dikerjakan dengan tingkat penyelesaian antara 40 hingga 60 persen.
Kegiatan sosial ini digelar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Polda Sumsel berharap program serupa bisa terus berlanjut untuk meningkatkan kualitas hidup warga kurang mampu di wilayah hukum mereka.