BANYUASIN — Bupati Banyuasin Askolani memastikan akan turun langsung membantu penyelesaian sengketa lahan yang menghambat pembangunan dua titik akses tol di wilayahnya. Komitmen ini disampaikan dalam audiensi dan koordinasi dengan pihak Hutama Karya, pengelola proyek Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS).
“Kami akan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna membantu penyelesaian berbagai permasalahan yang masih dihadapi di lapangan, khususnya terkait pengadaan tanah,” ujar Askolani dalam pernyataan yang dikutip baru-baru ini.
Dua titik krusial yang dimaksud adalah Simpang Sebidang Exit Tol Pangkalan Balai dan Simpang Sebidang Exit Tol Betung. Kedua lokasi ini menjadi penentu utama konektivitas masyarakat terhadap jalan tol nasional. Askolani menegaskan, molornya penyelesaian proyek akan berdampak langsung pada potensi pertumbuhan ekonomi regional.
Hutama Karya Optimistis Pengadaan Lahan Rampung Bertahap
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci percepatan proyek. Pihaknya optimistis proses pengadaan lahan dapat diselesaikan secara bertahap.
“Melalui koordinasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis proses pengadaan lahan dapat diselesaikan secara bertahap sehingga pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung dan Betejam dapat berjalan sesuai target,” kata Hamdani.
Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat terus dikedepankan. Proyek JTTS dinilai vital untuk meningkatkan konektivitas, distribusi logistik, dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatra.
Progres Konstruksi Palembang-Betung Tembus 83 Persen
Sampai saat ini, progres konstruksi Ruas Palembang-Betung sepanjang 69,19 kilometer telah mencapai 83,00 persen. Adapun progres pengadaan lahannya sudah di angka 87,45 persen. Sementara itu, untuk Ruas Betung-Tempino-Jambi yang membentang 170,7 kilometer, progres konstruksi tercatat 59,47 persen dan pengadaan lahan 69,18 persen.
Pemkab Banyuasin berkomitmen menyelesaikan sisa sengketa di dua titik exit tol tersebut. Askolani memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi pertanahan dan elemen masyarakat terdampak agar proyek strategis nasional ini tidak lagi tertunda.