Pencarian

Empat Zona Musim di Sumsel Resmi Masuk Kemarau, BMKG Imbau Warga Hemat Air dan Waspada Karhutla

Senin, 22 Juni 2026 • 21:33:31 WIB
Empat Zona Musim di Sumsel Resmi Masuk Kemarau, BMKG Imbau Warga Hemat Air dan Waspada Karhutla
Empat zona musim di Sumatera Selatan resmi memasuki musim kemarau per 20 Juni 2026.

PALEMBANG — Empat dari 14 zona musim (ZOM) di Sumatera Selatan resmi memasuki musim kemarau. Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis, Senin, mengatakan kondisi ini terpetakan berdasarkan analisis data curah hujan hingga 20 Juni 2026.

“Saat ini sebanyak empat dari 14 ZOM di Sumatera Selatan tercatat telah resmi memasuki musim kemarau,” ujarnya.

Zona Mana Saja yang Sudah Kering?

Wilayah yang sudah memasuki musim kemarau ditandai dengan curah hujan di bawah 50 milimeter per dasarian selama tiga dasarian berturut-turut. Zona tersebut meliputi ZOM 126 (Muara Enim bagian timur, sebagian besar Ogan Ilir, OKI bagian barat, Prabumulih bagian timur, dan OKU Timur) serta ZOM 127 (Banyuasin bagian timur, sebagian besar Palembang, OKI bagian utara, dan Ogan Ilir bagian utara).

Dua zona lainnya adalah ZOM 130 yang mencakup Prabumulih bagian barat, Muara Enim, Lahat bagian timur, PALI, Musi Banyuasin bagian selatan, Musi Rawas bagian timur, dan OKU bagian utara-barat. Serta ZOM 131 yang meliputi seluruh Musi Rawas Utara, Lubuk Linggau, sebagian besar Musi Rawas, dan Musi Banyuasin bagian barat.

Tujuh Zona Masih dalam Fase Transisi Menuju Kemarau

Mayoritas wilayah Sumsel saat ini berada pada fase indikator menuju kemarau. Tujuh ZOM tercatat baru mengalami penurunan curah hujan di bawah 50 mm per dasarian selama dua dasarian. Wilayah ini tersebar di ZOM 125, 128, 132, 133, 135, 137, dan 138.

Sementara itu, tiga ZOM lainnya belum memasuki musim kemarau sama sekali. Penurunan curah hujan di zona tersebut baru berlangsung satu dasarian. Wilayah itu meliputi ZOM 129 (OKI bagian timur), ZOM 134 (Banyuasin bagian utara dan OKI bagian utara), serta ZOM 136 (OKI bagian selatan).

Imbauan BMKG: Hemat Air dan Jangan Bakar Lahan

Menyikapi kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kekeringan. Warga diminta menghemat penggunaan air bersih dan menjaga kesehatan di tengah meningkatnya suhu udara serta polutan.

“Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” tegas Wandayantolis.

Pihak Stasiun Klimatologi Sumsel menyatakan akan terus memperbarui informasi cuaca dan iklim secara berkala. Masyarakat diimbau memantau kanal komunikasi resmi BMKG dan mengikuti instruksi pemerintah daerah setempat.

Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks