Pencarian

Kapolda Sumsel Pimpin Pencucian Pataka Atidhira Wira Bhakti Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Ini Makna di Balik Tradisi

Kamis, 25 Juni 2026 • 23:08:56 WIB
Kapolda Sumsel Pimpin Pencucian Pataka Atidhira Wira Bhakti Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Ini Makna di Balik Tradisi
Kapolda Sumsel memimpin pencucian Pataka Atidhira Wira Bhakti sebagai bagian dari persiapan Hari Bhayangkara ke-80.

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan menggelar Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata dan Pencucian Pataka Atidhira Wira Bhakti di Aula Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menjadi agenda penting menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Makna Pataka Atidhira Wira Bhakti: Simbol Keteguhan dan Pengabdian

Pataka Atidhira Wira Bhakti merupakan simbol kehormatan sekaligus identitas Polda Sumsel yang disahkan melalui Surat Keputusan Kapolri Nomor Pol. SKEP/1123/IX/1996 pada 20 September 1996. Sasanti ini mengandung makna keteguhan hati, jiwa keperwiraan, serta pengabdian yang dilaksanakan penuh tanggung jawab demi menegakkan kebenaran dan keadilan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan bahwa pataka bukan sekadar lambang organisasi. “Prosesi ini menjadi momentum untuk memperbarui komitmen pengabdian seluruh personel. Nilai-nilai Tribrata harus hidup dalam setiap tindakan anggota Polri sehingga kehadiran Polri benar-benar memberikan rasa aman, keadilan, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Prosesi: Air Bunga hingga Minyak Wangi sebagai Simbol Penyucian

Rangkaian upacara diawali dengan masuknya Pataka Polda Sumsel ke ruang upacara yang disambut penghormatan seluruh peserta. Kapolda kemudian melakukan pencucian pataka menggunakan air bunga dan daun pandan, lalu diakhiri penyemprotan minyak wangi sebagai simbol penyucian nilai, penghormatan terhadap sejarah perjuangan institusi, serta pembaruan tekad pengabdian.

Kegiatan juga diisi dengan menyanyikan Hymne Polri, pembacaan doa, dan penghormatan kepada Pataka sebelum kembali disemayamkan.

Dua Kali Raih Nugraha Sakanti: Bukti Dedikasi Polda Sumsel

Nilai historis Pataka Atidhira Wira Bhakti semakin kuat karena Polda Sumsel merupakan salah satu satuan kewilayahan Polri yang dua kali menerima Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden Republik Indonesia, yakni pada tahun 1973 dan kembali pada tahun 2025. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan keberhasilan Polda Sumsel dalam menjalankan tugas kepolisian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kabid Humas: Tradisi Ini Pengingat Tanggung Jawab Moral Personel

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menekankan bahwa tradisi pemuliaan nilai Tribrata menjadi pengingat bagi seluruh personel. “Tradisi ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap insan Bhayangkara memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan institusi serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Melalui upacara ini, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Polri yang Presisi, profesional, humanis, dan semakin dipercaya masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum di Bumi Sriwijaya.

Bagikan
Sumber: mediapolri.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks