Pencarian

Sekda Lahat Minta Wartawan Tinggalkan Rapat Pembahasan Lahan Sawit, Ini yang Dibahas

Jumat, 26 Juni 2026 • 22:05:28 WIB
Sekda Lahat Minta Wartawan Tinggalkan Rapat Pembahasan Lahan Sawit, Ini yang Dibahas
Sekda Lahat meminta wartawan meninggalkan rapat pembahasan teknis pengelolaan lahan sawit.

LAHAT — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lahat, H. Izromaita, meminta wartawan yang meliput untuk meninggalkan ruang rapat di Opsroom Pemkab Lahat, Kamis (25/6/2026). Permintaan itu disampaikan secara mendadak ketika pembahasan pemanfaatan lahan sawit aset daerah memasuki tahap teknis produksi.

Sebelumnya, wartawan diperbolehkan mengikuti sesi awal rapat yang membahas rencana pengelolaan lahan sawit seluas puluhan hektare di Kecamatan Selatan. Pemkab Lahat akan menggandeng PT Bukit Selero Lahat (Perseroda) sebagai pihak pengelola. Penunjukan itu telah disahkan melalui Surat Keputusan Bupati Lahat.

Apa Isi Pembahasan Sebelum Wartawan Diminta Keluar?

Dalam sesi yang sempat terbuka untuk pers, Asisten I Rudi Thamrin memaparkan bahwa total lahan aset Pemkab Lahat mencapai 89 hektare. Namun, sekitar 20 hektare di antaranya telah digunakan untuk land clearing pembangunan Sekolah Garuda.

Rudi menegaskan, kebijakan pengelolaan lahan sawit ini bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Lahan milik pemerintah tidak boleh diterlantarkan. Ini menjadi landasan agar tidak menjadi temuan saat pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan,” ujarnya.

Mengapa Sekda Tiba-Tiba Meminta Wartawan Keluar?

Sekda Lahat H. Izromaita beralasan, sesi teknis produksi tidak perlu diliput. “Tidak ada yang ditutup-tutupi. Ini hanya pembahasan untuk meningkatkan PAD,” kilahnya. Menurutnya, lahan tersebut merupakan aset daerah yang tidak boleh dibiarkan terbengkalai dan masih memiliki potensi ekonomi.

Sebelum diminta keluar, wartawan sempat mengkonfirmasi soal adanya oknum nakal yang diduga telah memanen buah sawit di lokasi sebelum dikelola Perseroda. Sekda menjawab dengan lantang bahwa secara akuntansi lahan itu bukan kebun, melainkan hanya tanah tanpa target pendapatan.

Kondisi Lahan Sawit yang Akan Dikelola Perseroda

Perwakilan PT Bukit Selero Lahat, Zul Hadir, yang menjabat sebagai Person In Charge (PIC), mengungkapkan bahwa kebun sawit di lokasi tersebut sudah sekitar satu tahun tidak dikelola secara maksimal. “Prioritas utama adalah pemupukan agar produktivitas tanaman tetap terjaga,” katanya.

Zul juga mengaku tidak mengetahui adanya oknum nakal yang telah memanen buah sawit di lahan tersebut. Rencananya, pengelolaan oleh Perseroda akan difokuskan pada perawatan dan pemulihan produktivitas lahan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Sekda Lahat mengenai kelanjutan akses pers terhadap pembahasan teknis produksi lahan sawit tersebut.

Bagikan
Sumber: suarasumsel.net

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks