PALEMBANG — Penerbangan perdana rute langsung Palembang-Jeddah dilayani pesawat Airbus A330 milik Lion Air dengan nomor penerbangan JT 76. General Manager Bandara Internasional SMB II Palembang Ahmad Syaugi Shahab memastikan pesawat lepas landas pada pukul 13.35 WIB dari Bandara SMB II Palembang, Jumat (25/6). Seluruh 391 penumpang merupakan jemaah umrah asal Sumatera Selatan dan wilayah sekitarnya.
Efisiensi Waktu Tanpa Transit di Bandara Lain
Sebelumnya, jemaah umrah dari Palembang harus terbang ke Jakarta atau Batam terlebih dahulu untuk melanjutkan perjalanan ke Jeddah. Kini, dengan adanya rute langsung, waktu tempuh dipangkas signifikan. Ahmad Syaugi menyebut layanan ini memberikan kemudahan, kenyamanan, serta efisiensi waktu perjalanan bagi masyarakat.
"Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang siap mendukung penuh operasional penerbangan umrah langsung Lion Air menuju Jeddah. Seluruh fasilitas, prosedur pelayanan penumpang internasional, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan telah kami siapkan untuk memastikan proses keberangkatan berjalan aman, lancar, nyaman dan sesuai standar pelayanan yang berlaku," kata Ahmad Syaugi dalam keterangan resmi.
Jadwal Penerbangan hingga Akhir Juli 2026
Lion Air menjadwalkan sembilan kali penerbangan langsung rute Palembang-Jeddah selama periode Juni hingga akhir Juli 2026. Penerbangan ini menjadi alternatif perjalanan ibadah yang lebih praktis bagi jemaah di Sumatra bagian selatan. Bandara SMB II bersama Lion Air berkomitmen meningkatkan kualitas layanan penerbangan internasional, khususnya untuk kebutuhan perjalanan ibadah masyarakat.
Pihak bandara telah menyiapkan seluruh aspek operasional dan pelayanan guna mendukung kelancaran penerbangan internasional tersebut. Koordinasi dengan imigrasi, bea cukai, dan otoritas bandara setempat juga diperkuat agar proses keberangkatan jemaah berjalan tanpa hambatan.
Dampak bagi Konektivitas Wilayah Sumsel
Kehadiran rute langsung ini memperkuat peran Bandara SMB II sebagai gerbang konektivitas internasional di wilayah Sumatra bagian selatan. Ahmad Syaugi berharap layanan ini semakin memudahkan masyarakat Sumatera Selatan dan daerah sekitarnya dalam melaksanakan ibadah umrah. Dengan adanya rute tetap, bandara juga berpotensi menarik lebih banyak maskapai asing maupun domestik untuk membuka rute internasional lainnya dari Palembang.