PALEMBANG — BPBD Sumatera Selatan mencatat karhutla terjadi di tiga wilayah berbeda pada akhir pekan lalu. Operasi pemadaman melalui jalur udara dilakukan dengan menerjunkan empat unit helikopter untuk menjangkau area yang sulit dilalui tim darat.
Lahan Terbakar di Banyuasin Capai 7 Hektare, Masih Berasap
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, di Kabupaten Banyuasin, kebakaran terjadi di dua kecamatan. Lahan seluas 4 hektare di Kecamatan Banyuasin III dan 3 hektare di Rantau Bayur hangus terbakar.
"Di Banyuasin III dilakukan 9 kali water bombing dan di Rantau Bayur 55 kali water bombing. Kondisi di Rantau Bayur hingga akhir pemadaman masih berasap," ujar Sudirman, Senin (29/6/2026).
62 Kali Water Bombing di Ogan Ilir, Tim Darat Juga Dikerahkan
Di Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, helikopter melakukan 62 kali water bombing hingga api berhasil dipadamkan. Upaya pemadaman juga dibantu oleh tim darat yang dikerahkan ke lokasi.
Sementara itu, di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, karhutla melanda Kecamatan Madang Suku I. Tim melakukan sembilan kali water bombing dan titik api dilaporkan telah padam.
Pengerahan Helikopter untuk Percepat Penanganan di Area Sulit
Sudirman menjelaskan, pengerahan helikopter dilakukan untuk mempercepat penanganan di wilayah yang sulit dijangkau tim darat sekaligus mencegah kebakaran meluas. Operasi pemadaman melalui jalur udara akan terus dilakukan sesuai perkembangan di lapangan.
"Tim darat juga tetap disiagakan, khususnya di lokasi karhutla yang mudah terjangkau," tambahnya.
BPBD Imbau Masyarakat Tidak Membakar Lahan Saat Cuaca Kering
BPBD Sumsel mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca yang mulai kering dinilai dapat memicu kebakaran meluas.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.