PALEMBANG — Empat helikopter dikerahkan untuk menjinakkan titik api di kawasan yang sulit dijangkau jalur darat. Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan total penyiraman air dari udara mencapai 135 kali dalam sehari.
“Kami mengerahkan empat helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman di beberapa lokasi karhutla. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sudah mencapai belasan hektare,” ujarnya, Senin (29/6/2026).
Dua Kabupaten Jadi Fokus Operasi Udara
Di Kabupaten Banyuasin, kebakaran terjadi di dua kecamatan. Di Kecamatan Banyuasin III, lahan seluas sekitar empat hektare terbakar, sementara di Kecamatan Rantau Bayur mencapai tiga hektare. Dua helikopter diterjunkan khusus untuk wilayah ini.
Data BPBD mencatat, helikopter melakukan sembilan kali penyiraman di Banyuasin III. Di Rantau Bayur, operasi jauh lebih intensif dengan 55 kali water bombing. Meski kobaran api berhasil dikendalikan, petugas masih memantau titik di Rantau Bayur yang masih mengeluarkan asap.
Ogan Ilir Terima 62 Kali Penyiraman, Api Padam
Operasi udara paling intensif terjadi di Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Helikopter melakukan 62 kali penyiraman hingga api benar-benar padam. Personel darat kemudian melakukan pendinginan di lokasi bekas kebakaran untuk mencegah api muncul kembali.
Sementara di Kabupaten OKU Timur, kebakaran melanda Kecamatan Madang Suku I. Tim gabungan melakukan sembilan kali water bombing dan titik api dilaporkan berhasil dipadamkan.
Mengapa Helikopter Jadi Andalan?
Sudirman menjelaskan, penggunaan helikopter menjadi strategi penting dalam penanganan karhutla. Sebagian besar titik api berada di kawasan yang tidak bisa diakses kendaraan pemadam maupun personel darat.
“Operasi udara dilakukan agar api tidak cepat meluas, terutama di lokasi yang medannya sulit dijangkau. Tim darat juga tetap kami siagakan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan setelah penyiraman dari udara,” katanya.