PALEMBANG — Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra, Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, memastikan seluruh titik api yang sempat muncul di Sumatera Selatan sudah tidak ada. Proses pemadaman terakhir dilakukan di lahan gambut Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang memakan waktu tiga hari.
"Semua titik api saat ini sudah padam semua di Sumsel," ungkap Ferdian kepada IDN Times, Senin (6/7/2026).
Tiga Wilayah yang Masuk Zona Waspada
Ferdian menjelaskan, pengawasan kini difokuskan di tiga kabupaten yang dinilai paling rawan. Pertama, Ogan Ilir. Wilayah ini mendapat perhatian khusus karena kebakaran di sana berpotensi mengganggu objek vital nasional.
"Saat ini fokus kita menyebar di beberapa wilayah yang dianggap rawan seperti Ogan Ilir yang berpotensi mengganggu objek vital nasional seperti jalur minyak hingga jalur kereta api," jelasnya. Jalan Tol Trans Sumatra dan jalan lintas yang melintasi daerah itu juga rawan terganggu asap jika kebakaran terjadi kembali.
Kedua, Kabupaten OKI. Lahan gambut di kawasan ini menjadi tantangan tersendiri. Api di gambut bisa terus membara di bawah permukaan dan membutuhkan sumber daya besar untuk dipadamkan. Saat kebakaran terjadi di Pedamaran Timur, Manggala Agni langsung mengerahkan 45 personel agar api tidak meluas dan tidak menimbulkan asap besar.
Ketiga, Musi Banyuasin (Muba). Wilayah ini juga masuk daftar prioritas pengawasan karena karakter lahannya yang serupa dengan OKI.
Patroli Digencarkan di Muara Enim dan PALI
Di sisi lain, frekuensi kebakaran di Kabupaten Muara Enim dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai menunjukkan peningkatan. Tim Manggala Agni Daops Sumatera XVI/Lahat bersama BPBD Muara Enin baru saja memadamkan kebakaran lahan seluas sekitar 1 hektare di Desa Gumai, Kecamatan Gelumbang. Lahan yang terbakar berupa semak belukar dan kayu gelam di atas gambut tipis dengan kedalaman sekitar 80 sentimeter.
"Kita fokuskan patroli pencegahan juga di masing-masing lokasi rawan kebakaran ini," ujar Ferdian. Patroli rutin dilakukan untuk mendeteksi titik api sedini mungkin sebelum api meluas dan sulit dikendalikan.