PALEMBANG — Wali Kota Palembang Ratu Dewa memastikan revitalisasi pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) memasuki tahap kedua pada pertengahan Juli 2026. Proyek ini merupakan lanjutan dari pekerjaan struktur awal yang rampung pada 2025.
Selama masa pengerjaan, pelataran BKB ditutup untuk masyarakat umum. Pemerintah kota menargetkan kawasan ini bisa digunakan kembali sebelum akhir tahun 2026.
Bukan Sekadar Tempat Swafoto
Ratu Dewa menjelaskan, revitalisasi tahap kedua mengusung konsep yang lebih luas dari sekadar ruang rekreasi. Kawasan yang berdampingan dengan Jembatan Ampera ini dirancang sebagai ruang edukasi sejarah bagi warga dan wisatawan.
“Saya mengharapkan ada tumbuh-tumbuhan di BKB, termasuk nilai budaya dan sejarah Palembang,” ujar Wali Kota Ratu Dewa di Palembang, Rabu.
Palembang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia. Benteng Kuto Besak sendiri menyimpan jejak historis yang ingin diangkat kembali melalui proyek ini.
Fasilitas Pendukung dan Rencana Poliklinik
Pemerintah kota tidak hanya memperindah pelataran. Pemkot juga menjajaki pengembangan fasilitas pendukung di sekitar lokasi, termasuk rencana pembangunan poliklinik.
“Kami juga menjajaki peluang pengembangan fasilitas pendukung di sekitar lokasi, termasuk rencana pembangunan poliklinik,” kata Wali Kota Ratu Dewa.
Dengan adanya poliklinik, kawasan BKB diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga melayani kebutuhan dasar warga sekitar.
Target Akhir Tahun 2026
Revitalisasi BKB menjadi salah satu proyek prioritas Pemkot Palembang. Wali kota berharap seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana dan sebelum akhir tahun bisa digunakan warga untuk merayakan berbagai kegiatan hiburan.
Kawasan ini selama ini menjadi ikon Kota Palembang bersama Jembatan Ampera. Setelah rampung, BKB diproyeksikan menjadi pusat kegiatan budaya dan rekreasi yang representatif.