SUMATERA SELATAN — Setelah sempat tertunda, Clicks Technology akhirnya mengirimkan Power Keyboard ke 75 persen pemesan gelombang pertama pada pekan lalu. Produk ini merupakan jembatan menuju smartphone perdana mereka, Clicks Communicator, yang juga akan mengusung keyboard fisik dan dijadwalkan rilis akhir tahun ini.
Dukungan Perangkat dan Mekanisme Pemasangan
Keyboard ini dirancang fleksibel untuk berbagai ukuran ponsel, dari model standar hingga varian terbesar seperti iPhone 17 Pro Max atau Pixel 10 XL. Mekanisme slide-out-nya bisa dikunci pada beberapa posisi, memberikan sensasi klik yang memuaskan saat digunakan dalam mode potret maupun lanskap.
Pemasangan menggunakan magnet MagSafe atau Qi2. Bagi ponsel tanpa teknologi tersebut, Clicks menyediakan opsi cincin perekat atau case bermagnet sebagai solusi alternatif.
Kenyamanan Mengetik dan Kustomisasi
Setelah terbiasa dengan layar sentuh, kembali ke tombol fisik membutuhkan adaptasi. Namun, kurva pembelajarannya disebut lebih landai dibanding produk keyboard case Clicks generasi sebelumnya. Tombol-tombolnya terasa clicky, responsif, dan mudah dijangkau, plus dilengkapi lampu latar LED yang bisa diatur.
Keunggulan utamanya ada pada opsi kustomisasi. Tombol Clicks bisa diubah menjadi fungsi Tab, sementara mode "Cursor Mode" (Sym + CMD) mengubah sebagian huruf menjadi tombol arah untuk menggerakkan kursor. Pengguna juga bisa membuat shortcut Number Row sendiri, mengatur perilaku tombol Return, hingga menentukan waktu idle keyboard.
Baterai Terintegrasi dan Kemampuan Wireless Charging
Berbeda dari pendahulunya yang menyedot daya dari port USB-C ponsel, Power Keyboard kini membawa baterai internal 2.150 mAh. Baterai ini tidak hanya menghidupi keyboard, tetapi juga bisa digunakan untuk mengisi daya nirkabel perangkat MagSafe dan Qi2. Pembagian daya ini bisa diatur melalui aplikasi pendamping Clicks, termasuk opsi mematikan total fitur pengisian nirkabel.
Dengan dimensi 119,7 x 76,6 x 15,2 mm dan bobot 180 gram, perangkat ini masih lebih ramping dari kebanyakan battery pack. Meski begitu, ukurannya tetap merepotkan jika dimasukkan ke saku celana ketat, dan berisiko terbuka secara tidak sengaja saat tertekan di dalam tas.
Catatan Penggunaan dan Proses Pairing
Pengujian dengan iPhone 17 Pro Max dan Pixel 10 XL menunjukkan ponsel terasa berat di bagian atas saat mode potret, membuat genggaman kurang stabil. Ini menjadi konsekuensi yang harus diterima pengguna ponsel besar.
Proses pairing via Bluetooth cukup mudah, namun ada jebakan saat berganti perangkat. Untuk menambahkan perangkat kedua, pengguna harus menekan tombol angka bersamaan dengan tombol power. Menghapus perangkat dari memori keyboard hanya bisa dilakukan lewat aplikasi Clicks, bukan dari menu Bluetooth ponsel.
Kesimpulan
Power Keyboard adalah produk niche dengan eksekusi matang. Bagi profesional yang merindukan akurasi mengetik BlackBerry dan membutuhkan daya cadangan, aksesori ini layak dipertimbangkan. Namun, pengguna ponsel berlayar besar perlu siap berkompromi dengan bobot dan dimensi tambahan yang memengaruhi kenyamanan genggaman.