SUMATERA SELATAN — Persija Jakarta menelan kekalahan pertamanya di Super League 2026/2027 setelah tumbang 2-3 dari Persita Tangerang di Stadion Banten Internasional, Serang, Sabtu (17/10). Hasil ini menghentikan rekor empat kemenangan beruntun Macan Kemayoran sekaligus memangkas keunggulan mereka di puncak klasemen menjadi hanya satu angka.
Pelatih Persija, Shin Tae Yong, membeberkan tiga faktor yang membuat timnya pulang tanpa poin dari laga pekan kelima. Menurutnya, masalah utama ada pada ketidakmampuan anak asuhnya membongkar pertahanan tuan rumah, ditambah sejumlah situasi dalam pertandingan yang mengganggu ritme permainan.
Gol Injury Time Aleksa Andrejic Hentikan Perlawanan Persija
Persita membuka keunggulan cepat di menit kelima lewat gol Luquinhas Santos. Fabio Calonego menyamakan kedudukan di menit ke-18 setelah memanfaatkan kesalahan fatal bek Javlon Guseynov.
Pendekar Cisadane kembali memimpin di menit ke-61 melalui Rayco Rodriguez. Alexander Jeremejeff sempat menghidupkan asa Persija lewat eksekusi penalti di menit ke-74, namun Aleksa Andrejic memastikan kemenangan tuan rumah di injury time usai menyambut umpan silang Hokky Caraka.
Shin Tae Yong Akui Persita Bermain Lebih Baik
STY tidak menampik bahwa Persita tampil lebih agresif dan efisien sepanjang laga. Pelatih asal Korea Selatan itu bahkan memberi kredit khusus kepada tim tuan rumah.
"Menurut saya, salah satu penyebab kekalahan kami adalah ketidakmampuan menembus pertahanan lawan. Selain itu, ada beberapa situasi selama pertandingan yang membuat jalannya laga terganggu. Hal tersebut tentu kurang baik," kata STY selepas laga.
"Kemudian saya menilai para pemain Persita telah berjuang lebih keras dan bermain lebih baik daripada kami. Selamat kepada Persita atas kemenangan ini," ujarnya menambahkan.
Puncak Klasemen Makin Rawan Disalip
Kekalahan ini belum menggeser Persija dari posisi teratas dengan koleksi 12 poin. Namun jarak mereka kini hanya satu angka dari Dewa United dan Persita Tangerang yang terus menempel di bawah.
Selisih tipis membuat posisi Macan Kemayoran rentan berubah pada pekan berikutnya. Persija dituntut segera memperbaiki efektivitas serangan agar tidak kehilangan momentum di awal musim.