SUMATERA SELATAN — Davide Tardozzi menyebut Jorge Martin sebagai pahlawan setelah insiden kecelakaan di Sprint MotoGP Australia. Manajer Ducati itu juga menilai Marco Bezzecchi masih punya peluang memenangi seluruh balapan tersisa musim ini.
Pujian Tardozzi muncul setelah Martin terjatuh saat bertarung dengan Marc Marquez untuk memperebutkan posisi terdepan dalam Sprint di Phillip Island, Sabtu (24/10/2026). Pebalap Aprilia itu mengalami patah pergelangan tangan kanan dan harus absen dari balapan utama yang kemudian dibatalkan karena cuaca buruk.
Cedera Martin sempat memunculkan kekhawatiran. Ia diperkirakan harus kembali ke Eropa untuk menjalani pemulihan, tetapi pemeriksaan lanjutan menyingkirkan dugaan patah tulang kedua. Kini Martin mulai mengupayakan comeback pada seri Malaysia di Sepang.
Kabar Comeback Martin Bikin Tardozzi Lega
Tardozzi mengaku senang mendengar kabar tersebut. Ia mengenal Martin sebagai pebalap cepat dengan tekad kuat untuk kembali bersaing, bahkan jika itu berarti menyulitkan Ducati.
"Saya senang mendengar bahwa dia akan tampil di Sepang. Itu berarti cederanya tidak terlalu parah, tetapi kami sangat mengenal Martin. Dia adalah pahlawan, dia pebalap cepat, jadi dia akan berusaha sebaik mungkin untuk membuat hidup kami sulit," kata Tardozzi, dikutip dari Crash.net.
Pujian itu bukan tanpa alasan. Martin merupakan juara dunia MotoGP 2024 dan dikenal agresif sejak start. Karakter balap seperti itu membuat Tardozzi menempatkan Martin sebagai ancaman nyata bagi Marc Marquez di sisa musim.
Selisih 50 Poin Dinilai Belum Menentukan Juara
Selain Martin, Marco Bezzecchi juga menjadi ancaman dalam persaingan gelar. Pebalap Aprilia itu tertinggal 50 poin dari Marquez, tetapi Tardozzi menilai selisih tersebut belum menentukan hasil akhir kejuaraan.
"Saya sangat menghormati Marco. Dan sekali lagi, saya pikir 50 poin itu bukan apa-apa. Saya pikir Marco punya potensi untuk memenangi setiap balapan dari sekarang hingga akhir musim," kata Tardozzi.
Pernyataan itu memberi gambaran betapa ketatnya persaingan di papan atas. Marquez memimpin, tetapi Martin dan Bezzecchi sama-sama punya modal kecepatan untuk menekan hingga seri terakhir.
Dua Nama, Satu Ancaman bagi Ducati
Ducati kini menghadapi dua tekanan sekaligus. Martin kembali dengan motivasi setelah cedera, sementara Bezzecchi tampil konsisten sebagai pemburu poin. Tardozzi memilih tak meremehkan keduanya.
Bagi Martin, seri Sepang menjadi ajang pembuktian bahwa cederanya tidak memengaruhi performa. Bagi Bezzecchi, sisa musim adalah peluang menutup jarak 50 poin yang oleh Tardozzi disebut bukan apa-apa.
Duel tiga arah antara Marquez, Martin, dan Bezzecchi akan menentukan arah gelar MotoGP 2026. Ducati berada di posisi nyaman, tetapi Tardozzi sadar kenyamanan itu bisa hilang dalam beberapa balapan.