Jalan Rusak di Musi Rawas, Dua Desa Terisolir 4 Bulan

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 24 Februari 2026 | 19:10:08 WIB
Jalan rusak parah di Kecamatan Muara Lakitan menyebabkan dua desa di Musi Rawas terisolir hampir empat bulan.

Musi Rawas - Kerusakan parah jalan di Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, membuat dua desa yakni Desa Sindang Laya dan Desa Mukti Karya terisolir hampir empat bulan terakhir. Akses tunggal yang melewati kawasan Hutan Tanam Industri (HTI) tersebut tak dapat dilalui kendaraan, sehingga aktivitas warga lumpuh total hingga Selasa (24/1/2026).

Jalan yang rusak berat menyebabkan kendaraan roda dua hingga roda enam tidak mampu melintas. Dampaknya, distribusi bahan pokok tersendat, harga kebutuhan melonjak, serta hasil perkebunan warga seperti sawit dan buah-buahan membusuk karena tidak bisa diangkut keluar desa.

Kepala Desa Sindang Laya, Thamrin Tarius, mengungkapkan dampak paling tragis dari kondisi tersebut. Seorang warga yang sakit meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit karena kendaraan yang ditumpangi terjebak di jalan rusak.

“Sekitar empat bulan terakhir ini, kondisi jalan kami tidak bisa dilalui. Aktivitas warga lumpuh total, hasil perkebunan membusuk sia-sia. Bahkan ada warga yang sakit meninggal karena terlambat dibawa ke rumah sakit,” ungkap Thamrin saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan DPRD Musi Rawas.

Akses utama warga Sindang Laya sejatinya hanya berjarak sekitar 7 kilometer menuju jalan nasional melalui jalan perkebunan PT Musi Hutan Persada (MHP). Namun kerusakan yang terjadi membuat perjalanan bisa memakan waktu berhari-hari, bahkan warga terpaksa bermalam di tengah jalan.

Kepala Desa Mukti Karya, Mulyadi, menambahkan bahwa isolasi berkepanjangan juga memicu lonjakan harga sembako. Beras dijual hingga Rp25.000 per kilogram, sedangkan gas LPG 3 kilogram menembus Rp80.000. Sejumlah kebutuhan lain bahkan tidak tersedia.

Selain itu, warga yang mencoba mengangkut hasil kebun harus bertahan 3–4 hari di perjalanan akibat kondisi jalan. Akibatnya, komoditas seperti sawit dan semangka banyak yang rusak sebelum sampai ke pasar.

“Akibat jalan rusak ini, program Bupati Musi Rawas dan Presiden seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) serta Makan Bergizi Gratis (MBG) juga terhambat. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah atau pihak lain untuk memperbaiki akses jalan, minimal pengerasan dulu, supaya ekonomi masyarakat kembali berjalan,” ujar Mulyadi.

Kedua kepala desa menyebut berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pengajuan proposal perbaikan kepada perusahaan dan pemerintah daerah. Namun hingga kini belum ada realisasi perbaikan di lapangan.

Mereka berharap DPRD Musi Rawas, dinas terkait, serta PT MHP segera mengambil langkah konkret agar akses vital tersebut kembali dapat digunakan. Perbaikan jalan dinilai mendesak guna memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di dua desa tersebut.

Reporter: Redaksi
Back to top