Pencarian

Harga Emas Spot Menguat Tipis di Tengah Ketidakpastian Konflik Timur Tengah dan Suku Bunga AS

Jumat, 22 Mei 2026 • 08:15:01 WIB
Harga Emas Spot Menguat Tipis di Tengah Ketidakpastian Konflik Timur Tengah dan Suku Bunga AS
Harga emas spot menguat tipis di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah dan suku bunga AS.

SUMATERA SELATAN — Logam mulia kembali menunjukkan pergerakan mixed di tengah sentimen yang saling bertabrakan. Di satu sisi, tekanan dari harga minyak yang melemah dan ketidakpastian penyelesaian konflik AS-Israel-Iran memberikan ruang bagi emas untuk pulih. Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih membayangi prospek aset ini dalam jangka pendek.

Pelemahan Dolar dan Imbal Hasil Obligasi Jadi Katalis Positif

Dolar AS mulai memangkas penguatannya dari level tertinggi enam pekan terakhir. Pelemahan greenback ini membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga mendorong permintaan.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga turun 0,2 persen. Penurunan ini mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga, membuatnya lebih atraktif dibandingkan instrumen pendapatan tetap.

Konflik Timur Tengah Belum Jelas, Investor Pilih Hati-hati

Konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran sejak akhir Februari telah mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz dan memicu lonjakan harga energi global. Akibatnya, harga emas tercatat telah merosot lebih dari 14 persen sejak perang meletus.

Vice President Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan bahwa koreksi harga minyak dan pelemahan dolar menjadi sentimen konstruktif bagi logam kuning dalam jangka pendek. Namun, ia menilai pasar masih dibayangi sikap hati-hati karena berbagai upaya perundingan sebelumnya kerap gagal menghasilkan kesepakatan yang bertahan lama.

Suku Bunga Tinggi Masih Jadi Penghambat Reli Emas

Analis UBS, Giovanni Staunovo, menilai kenaikan harga minyak yang mendorong inflasi lebih tinggi membuat bank sentral berada di bawah tekanan. "Bank sentral terpaksa mempertahankan suku bunga tetap tinggi atau bahkan kembali menaikkannya," ujarnya. Situasi ini dinilai masih menjadi penghambat utama penguatan emas dalam waktu dekat.

Walaupun dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, emas umumnya kesulitan mencatat reli besar pada periode suku bunga tinggi. Investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 58 persen bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 2026. Probabilitas ini meningkat dibandingkan 48 persen sehari sebelumnya, berdasarkan data FedWatch Tool milik CME Group.

Logam Mulia Lain Ikut Menguat, Perak dan Paladium Catat Kenaikan

Harga perak spot naik 0,9 persen menjadi USD76,63 per ons. Platinum bertambah 0,6 persen ke level USD1.962 per ons, sementara paladium melonjak 1,1 persen menjadi USD1.384,50 per ons.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni justru ditutup melemah 0,1 persen ke posisi USD4.542,50 per ons, menunjukkan perbedaan sentimen antara pasar spot dan futures.

Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks