Akhiri Penantian 90 Tahun, Jembatan Air Serami Desa Lubuk Rukam Rampung Dibangun

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 26 Februari 2026 | 21:24:04 WIB

OKU – Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, kembali menunjukkan komitmennya dalam pemerataan pembangunan infrastruktur di Bumi Sriwijaya. Pada Kamis (26/2/2026), ia meninjau langsung rampungnya proyek penggantian Jembatan Air Serami yang berlokasi di Desa Lubuk Rukam, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Kehadiran jembatan baru ini menjadi catatan sejarah penting bagi masyarakat setempat. Pasalnya, struktur jembatan sebelumnya merupakan peninggalan zaman kolonial Belanda yang dibangun sejak tahun 1934. Kondisinya yang rusak parah selama bertahun-tahun telah lama menghambat mobilitas dan denyut nadi ekonomi warga.

"Dulu jalan di sini hancur dan jembatannya rusak parah. Kini, masyarakat bisa menikmati jembatan baru yang berdiri kokoh," ujar Herman Deru saat meninjau lokasi.

Herman Deru menekankan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok merupakan prioritas utama pemerintah provinsi. Namun, mengingat luasnya wilayah Sumsel, ia meminta masyarakat dan perangkat desa untuk lebih proaktif dalam melaporkan kondisi kerusakan di daerah masing-masing agar penanganan bisa dilakukan secara tepat sasaran.

Spesifikasi dan Dampak Ekonomi

Jembatan Air Serami yang baru dibangun menggunakan dana APBD Provinsi Sumatera Selatan dengan standar yang jauh lebih mumpuni untuk mendukung arus logistik. Jembatan ini memiliki panjang efektif 20,60 meter dan lebar 9 meter, yang terdiri dari badan jalan utama seluas 7 meter serta trotoar di sisi kanan dan kiri masing-masing 1 meter.

Selain meresmikan infrastruktur fisik, Gubernur juga menyempatkan diri menyapa warga dan menyalurkan bantuan beras sebagai bentuk kepedulian sosial. Ia pun menitipkan pesan kepada Kepala Desa Lubuk Rukam agar terus menjaga kelestarian adat istiadat setempat.

Kepala Desa Lubuk Rukam, Izahrullah, mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya atas perhatian serius dari Pemerintah Provinsi. "Kami sangat bahagia. Jembatan yang dulunya rusak parah kini sudah bagus dan mudah dilalui. Semoga pembangunan ini membawa berkah bagi ekonomi desa kami," pungkasnya.

Dengan berfungsinya jembatan ini, akses transportasi dari Kecamatan Peninjauan menuju pusat kabupaten kini jauh lebih singkat dan aman, sekaligus memutus rantai isolasi infrastruktur yang telah dirasakan warga selama hampir satu abad.

Reporter: Redaksi
Back to top