FIFA resmi memperluas hukuman larangan bertanding Gianluca Prestianni ke tingkat global akibat tindakan diskriminatif terhadap Vinicius Junior. Keputusan ini membuat penyerang sayap Benfica tersebut terancam absen membela Argentina dalam dua laga pembuka fase grup Piala Dunia 2026.
Komite Disiplin FIFA memutuskan untuk mengadopsi sanksi UEFA terhadap Gianluca Prestianni menjadi hukuman berskala internasional pada Rabu (6/5/2026). Sebelumnya, hukuman larangan bertanding bagi pemain berusia 20 tahun tersebut hanya berlaku untuk kompetisi di bawah naungan UEFA.
Keputusan terbaru ini berdampak langsung pada ketersediaan sang pemain untuk tim nasional Argentina. Jika masuk dalam skuad pilihan pelatih, Prestianni dipastikan tidak bisa turun saat tim berstatus juara bertahan tersebut menghadapi Aljazair dan Austria di Grup J Piala Dunia mendatang.
Kasus ini bermula dari insiden pada pertandingan babak play-off gugur Liga Champions di Lisbon, 17 Februari lalu. Bintang Real Madrid, Vinicius Junior, melaporkan adanya pelecehan rasial yang dilakukan oleh Prestianni saat kedua tim bertemu di lapangan.
Dalam proses investigasinya, UEFA menemukan bukti kuat adanya tindakan diskriminatif. Meski Vinicius Junior menekankan pada isu rasial, badan sepak bola Eropa tersebut mengindikasikan dalam pernyataan resminya bahwa sanksi dijatuhkan atas dasar pelecehan homofobik.
Secara total, Prestianni dijatuhi hukuman larangan bertanding sebanyak enam pertandingan. Namun, pemain yang baru mengoleksi satu caps bersama timnas senior Argentina ini tidak harus menjalani seluruh hukuman tersebut sekaligus di lapangan.
Artinya, jika Prestianni tidak melakukan pelanggaran disiplin serupa dalam dua tahun ke depan, ia hanya perlu menepi dalam dua laga kompetitif internasional terdekat.
FIFA menegaskan bahwa perluasan sanksi ini tidak menyentuh pertandingan persahabatan maupun kompetisi domestik di Liga Portugal. Prestianni masih diizinkan memperkuat Benfica dalam laga liga lokal seperti biasa sepanjang sisa musim ini.
Kondisi ini menciptakan dua skenario berbeda bagi karier sang winger. Jika Argentina tidak memanggilnya ke Piala Dunia 2026, hukuman tersebut otomatis akan dialihkan ke dua pertandingan kompetisi UEFA bersama Benfica pada musim depan.
Prestianni sendiri merupakan salah satu talenta muda yang mulai dilirik tim nasional Argentina. Ia sempat mendapat panggilan saat laga persahabatan kontra Zambia pada Maret lalu, yang memperkuat sinyal bahwa ia masuk dalam rencana jangka panjang skuad Albiceleste.