BANYUASIN — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mulai mengoptimalkan operasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sungsang di Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II. Kawasan nelayan terpadu pertama di Sumsel ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi pesisir melalui penyediaan fasilitas pengolahan hasil laut yang modern.
Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, menjelaskan bahwa pembangunan KNMP Sungsang berdiri di atas lahan UPTD Pelabuhan Perikanan Sungsang. Saat ini, terdapat 15 fasilitas yang telah rampung, termasuk sarana vital berupa pabrik es berkapasitas 1–2 ton per hari dan cold storage berkapasitas 10 ton.
“Fasilitas ini penting agar hasil tangkapan nelayan tetap segar, kualitas terjaga, dan harga jual ikan lebih stabil,” ujar Cik Ujang saat mendampingi Menko Polkam Djamari Chaniago meninjau lokasi tersebut pada Kamis (7/5/2026).
Meski fasilitas penyimpanan sudah tersedia, Pemprov Sumsel menilai masih ada infrastruktur krusial yang harus segera dilengkapi. Cik Ujang mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBUN) di Sungsang guna mempermudah akses BBM bersubsidi.
Selain masalah bahan bakar, aksesibilitas darat menuju kompleks KNMP Sungsang IV juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah mendorong pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan jalan utama menuju kawasan pelabuhan perikanan tersebut.
Ketersediaan jalan dan jembatan yang layak diyakini akan mempercepat distribusi hasil perikanan ke luar daerah. Mengingat potensi di Kecamatan Banyuasin II sangat besar, dengan jumlah armada mencapai 1.001 unit kapal dan perahu milik warga setempat.
Keberhasilan pembangunan di Sungsang pada 2025 memicu optimisme pemerintah daerah untuk mereplikasi program serupa. Cik Ujang mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan pembangunan tujuh kampung nelayan baru di berbagai kabupaten/kota di Sumsel untuk tahun anggaran 2026.
“Kami berharap usulan tersebut dapat diakomodasi pemerintah pusat sebagai bagian dari komitmen membangun sektor kelautan Sumsel,” katanya. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, tetapi juga mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan.
Menko Polkam Djamari Chaniago memastikan pemerintah pusat akan terus mengevaluasi dan mendukung sinergi lintas sektor di wilayah perairan. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda kerja untuk memastikan program strategis nasional di kawasan nelayan memberikan manfaat nyata bagi ekonomi lokal.