Sejak pukul 08.15 WIB, personel Regu III yang dipimpin Kanit Turjawali Satlantas Iptu Indrayatno bergotong royong membersihkan halaman, lingkungan sekitar, hingga bagian dalam tempat ibadah. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan mewarnai kerja bakti yang melibatkan pengurus klenteng dan warga sekitar.
Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat. "Kami ingin memastikan kehadiran Polri memberikan manfaat nyata, terutama dalam merawat nilai-nilai toleransi dan persatuan di Sumatera Selatan," ujarnya.
Kehadiran personel di tengah masyarakat lintas agama menjadi simbol bahwa Polri hadir sebagai pelindung seluruh elemen bangsa tanpa membedakan latar belakang keyakinan. Pengurus klenteng dan warga menilai kegiatan ini mempererat hubungan harmonis antara polisi dan masyarakat.
Program bakti religi ini merupakan bagian dari strategi cooling system Polda Sumsel. Melalui pendekatan sosial dan kemanusiaan, polisi berupaya memperkuat ketahanan sosial sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan toleransi antarumat beragama.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu'min Wijaya menegaskan, kegiatan sosial keagamaan akan terus digelorakan secara berkelanjutan di seluruh wilayah hukum Polda Sumsel. "Kami berkomitmen menjaga stabilitas keamanan melalui pendekatan humanis dan tindakan preemtif," tegas Kombes Nandang.
Polda Sumsel memastikan agenda serupa akan dilaksanakan secara masif di seluruh Polres jajaran. Tujuannya memperkuat sinergitas, toleransi, serta stabilitas kamtibmas di Sumatera Selatan.
Bakti religi dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi pesan kuat bahwa Polri hadir untuk seluruh masyarakat dan seluruh keberagaman yang ada di Indonesia. (jbr/dhn)