Bunda Literasi Palembang Dewi Sastrani Dorong Budaya Baca Anak Lewat Lomba Bertutur SD 2026, 50 Peserta Ikut

Penulis: Ferdian Syah  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 14:02:30 WIB
Bunda Literasi Palembang Dewi Sastrani membuka lomba bertutur SD se-Kota Palembang tahun 2026.

PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang terus menggenjot literasi melalui kompetisi bertutur bagi anak-anak. Lomba yang digelar untuk jenjang SD/MI se-Kota Palembang pada 2026 ini diikuti oleh peserta terbaik dari berbagai sekolah.

Dewi Sastrani Ratu Dewa, Bunda Literasi Kota Palembang, menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Menurutnya, ini adalah fondasi untuk membentuk karakter, pola pikir, dan kualitas generasi penerus.

Literasi Jalan Membentuk Generasi Berkarakter

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang generasi penerusnya memiliki karakter kuat, berpengetahuan, dan memiliki akhlak yang baik. Literasi menjadi salah satu jalan untuk membentuk generasi seperti itu,” ujar Dewi Sastrani saat membuka acara.

Ia menjelaskan, penguatan budaya baca sejalan dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Regulasi itu menyebut tiga elemen utama: dukungan pemerintah dalam penyediaan buku murah dan berkualitas, optimalisasi perpustakaan sekolah sebagai pusat pembelajaran, serta penyediaan fasilitas membaca yang mudah diakses masyarakat.

Kolaborasi Tiga Pilar: Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat

Dewi menilai keberhasilan membangun budaya literasi tidak bisa dibebankan hanya pada sekolah. Dibutuhkan sinergi antara keluarga, pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat agar anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang mendukung kebiasaan membaca.

“Melalui keterlibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat, kita bersama-sama berupaya mewujudkan visi Palembang Berdaya dan Palembang Sejahtera,” kata Dewi.

Dalam kesempatan itu, ia juga memotivasi peserta untuk tampil percaya diri. “Kalian semua adalah anak-anak pilihan. Berani tampil di depan umum saja sudah menjadi prestasi yang membanggakan,” ucapnya.

Akses Literasi Merata Lewat Pojok Baca hingga Perpustakaan Keliling

Pemkot Palembang tidak hanya menggelar lomba. Sejumlah program nyata juga dijalankan untuk memperluas akses literasi, antara lain penyediaan pojok baca di setiap kelurahan dan kantor pemerintahan, pengembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta pengoperasian motor dan mobil perpustakaan keliling yang rutin mendatangi sekolah dan ruang publik.

Langkah ini merupakan komitmen Pemkot dalam menghadirkan layanan literasi yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan turut dihadiri jajaran TP-PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang, para guru pendamping, dan mendapat dukungan dari Penerbit Erlangga Cabang Palembang.

Melalui sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta, budaya literasi di Kota Palembang diharapkan terus tumbuh dan melahirkan generasi muda yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta berakhlak mulia.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: wideazone.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top