MUARA ENIM — Kantor Imigrasi di Muara Enim menjadi lokasi pertama penguatan internal jajaran Imigrasi Sumsel di bawah kepemimpinan Johannes Fanny. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya disiplin dan kesiapan menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.
"Target peningkatan realisasi PNBP naik sebesar 10 persen setiap bulan dibandingkan setiap bulan sebelumnya," kata Johannes dalam kegiatan yang dihadiri seluruh pegawai Kantor Imigrasi setempat.
Johannes meminta seluruh pegawai menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Ia juga mendorong rasa syukur dan motivasi kerja sebagai fondasi pelayanan publik yang prima.
"Seluruh pegawai harus memiliki kedisiplinan, kesiapan menghadapi tantangan, rasa syukur dan motivasi dalam bekerja serta menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas," ujarnya.
Selain penguatan internal, Johannes menyoroti dua program utama yang tengah digenjot: surat edaran desa binaan imigrasi serta program pimpasa dari Direktorat Jenderal Imigrasi. Program ini didukung alokasi anggaran khusus dan bertujuan memperluas sosialisasi ke masyarakat.
"Program ini diharapkan mampu meningkatkan sosialisasi ke masyarakat, namun tetap menjaga integritas dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas," jelasnya.
Dalam upaya monitoring kinerja, Johannes meminta setiap kepala kantor imigrasi mengawasi akun media sosial pegawai. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga citra institusi di ruang digital.
Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKIM) diinstruksikan melakukan pendataan seluruh akun medsos pegawai. Tidak hanya itu, pengecekan sarana dan prasarana kantor, rumah dinas, hingga ruang pelayanan juga dimasifkan.
"Kepala kantor imigrasi juga diminta menugaskan Seksi TIKIM melakukan pendataan akun media sosial seluruh pegawai sebagai sarana monitoring kinerja, termasuk melakukan pengecekan sarana dan prasarana lingkungan kantor, rumah dinas dan ruang pelayanan guna menunjang tugas dan fungsi keimigrasian," pungkas Johannes.