OGAN ILIR — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Banyuasin memastikan dua desa percontohan program Desa Migran Emas telah beroperasi. Keduanya adalah Desa Ulak Paceh di Kecamatan Lawang Wetan dan Desa Tebing Bulang di Kecamatan Sungai Keruh.
Kepala Disnakertrans Muba Herryandi Sinulingga menyebut program ini merupakan langkah konkret mencegah calo ilegal yang kerap menjebak warga. "Target kita adalah mewujudkan penempatan yang prosedural agar perlindungan PMI maksimal," ujarnya saat menghadiri Kick Off Gerakan Nasional Migran Aman di Ogan Ilir.
Program Desa Migran Emas dirancang sebagai pusat informasi satu pintu bagi warga yang ingin bekerja ke luar negeri. Masyarakat bisa mengakses informasi lowongan resmi, prosedur dokumen, hingga syarat keberangkatan yang sah.
Selain itu, desa percontohan ini juga memutus rantai sponsor nonprosedural yang kerap memicu perdagangan orang. Langkah ini sejalan dengan gerakan nasional yang digaungkan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui BP3MI Sumatera Selatan.
Calon pekerja migran asal dua desa tersebut wajib mengikuti pelatihan kerja bersertifikat sebelum berangkat. Tujuannya agar memiliki kompetensi dan daya saing tinggi di negara penempatan.
Program juga menyasar pemberdayaan ekonomi keluarga yang ditinggalkan. Remitansi dari luar negeri diharapkan dikelola secara produktif melalui program wirausaha desa, bukan habis untuk konsumsi jangka pendek.
Payung hukum berupa Peraturan Desa (Perdes) tengah disusun untuk menjamin keberlanjutan perlindungan dan pengawasan ketenagakerjaan di tingkat akar rumput.
Herryandi menegaskan program ini merupakan penjabaran visi Bupati Muba HM Toha Tohet dan Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen. "Muba Maju Lebih Cepat" menjadi narasi utama dalam memperkuat sistem perlindungan pekerja migran.
Acara Kick Off Gerakan Nasional Migran Aman dihadiri seluruh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi se-Sumatera Selatan. Turut hadir perwakilan dari Banyuasin, Muara Enim, PALI, Bengkulu Utara, dan Muko Muko.
Rangkaian acara juga diisi donor darah yang diikuti seluruh perwakilan dinas sebagai aksi sosial kemanusiaan.