PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menegaskan usia ke-80 provinsi ini bukan sekadar seremoni. Dalam Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Senin (18/5/2026), ia memaparkan sederet capaian yang menjadi modal daerah bersaing di tingkat nasional. “Di usia yang semakin matang, Sumsel memiliki modal besar berupa sejarah, budaya, serta kekayaan sumber daya alam yang luar biasa,” ujar Herman Deru di Gedung DPRD Sumatera Selatan.
Salah satu pencapaian yang disorot adalah penurunan angka kemiskinan. Per September 2025, persentase kemiskinan di Sumsel berada di angka 9,85 persen. Lebih impresif, angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan menjadi 0,76 persen pada 2025 — di bawah rata-rata nasional yang tercatat 0,85 persen.
Gubernur Herman Deru menjelaskan, keberhasilan ini dampak langsung dari pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Tren positif berlanjut pada Triwulan I 2026, di mana ekonomi Sumsel tumbuh 0,75 persen.
Selain data makro, Herman Deru merinci berbagai penghargaan yang diraih Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Penghargaan datang dari berbagai bidang: pembangunan daerah, inovasi pemerintahan, hingga pelayanan kesehatan.
Bidang ketahanan pangan, keterbukaan informasi publik, dan reformasi birokrasi juga masuk dalam daftar capaian. Tak ketinggalan, penghargaan di bidang digitalisasi daerah serta pengentasan kemiskinan dan stunting turut diraih sepanjang 2025 hingga awal 2026.
Rapat paripurna yang dibuka Ketua DPRD Prov Sumsel Andie Dinialdie itu turut dihadiri Forkopimda Provinsi Sumsel, Ketua TP PKK Sumsel Feby Herman Deru, dan Ketua BKOW Sumsel Lidyawati Cik Ujang. Anggota DPR RI asal Sumsel, bupati, wakil bupati, serta wali kota se-Sumatera Selatan juga hadir.
Dalam pidatonya, Herman Deru menekankan capaian ini bukanlah akhir. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan terus memanfaatkan momentum usia 80 tahun sebagai pijakan menuju pembangunan yang lebih inklusif dan berdaya saing.