Antisipasi Karhutla 2026, Polda Sumsel Libatkan Akademisi dan BPBD Bahas Mitigasi El Nino di Palembang

Penulis: Ferdian Syah  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 22:44:55 WIB
Polda Sumsel gelar dialog publik antisipasi karhutla dan mitigasi El Nino di Palembang.

PALEMBANG — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau ekstrem 2026 mendorong Polda Sumatera Selatan mengambil langkah antisipasi sejak dini. Dialog publik bertema “Strategi Pencegahan dan Mitigasi Dampak Bencana El Nino di Sumatera Selatan dalam Mewujudkan Ketahanan Lingkungan dan Keamanan Masyarakat” digelar di Ballroom Lantai 3 Hotel Harper Palembang, Selasa (19/5/2026).

Mengapa Polda Turun Tangan soal Iklim?

Perubahan iklim global dinilai sebagai ancaman nyata yang tidak bisa dihadapi sendiri oleh satu institusi. Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor. “Perubahan iklim global merupakan ancaman nyata yang harus dihadapi bersama,” kata Johnny dalam pernyataan yang dibacakan di forum tersebut.

Forum ini menghadirkan pemangku kepentingan dari unsur kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat, hingga sektor perkebunan. Koordinasi lintas sektor ini diharapkan memperkuat sistem mitigasi dan peringatan dini.

Paparan Akademisi: Pergeseran Pola Curah Hujan

Guru Besar Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Ishak Iskandar, M.Sc., memaparkan analisis klimatologi terkait pergeseran pola curah hujan akibat El Nino. Data ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun rencana kontingensi. Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sumsel Dr. Muhammad Iqbal Alisyahbana menjelaskan strategi penanganan kedaruratan di wilayah rawan karhutla.

Komitmen Pengawasan Gambut dan Larangan Bakar Lahan

Seluruh pihak yang hadir berkomitmen meningkatkan pengawasan kawasan gambut. Edukasi kepada masyarakat terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar juga diperkuat. Langkah ini sejalan dengan implementasi Program Presisi Polri dan kebijakan prioritas pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi serta perlindungan lingkungan hidup.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel Herdi Apriansyah serta Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Perkebunan Sumsel Herlan Kagami turut menyampaikan materi terkait restorasi lingkungan dan penguatan sektor perkebunan berkelanjutan. Keduanya menekankan pentingnya adaptasi sektor perkebunan menghadapi musim kemarau panjang.

Dampak yang Diantisipasi: Dari Kabut Asap hingga Gagal Panen

Polda Sumsel mendorong penguatan mitigasi tidak hanya untuk menekan risiko karhutla, tetapi juga menjaga ketahanan pangan dan melindungi masyarakat dari dampak kabut asap. Gangguan ketahanan pangan dan dampak sosial menjadi perhatian serius dalam forum tersebut. Aktivitas ekonomi dan pembangunan daerah diharapkan tetap aman dan produktif selama musim kemarau.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: sumeks.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top