SUMATERA SELATAN — Hasil imbang yang diraih The Citizens membuat raihan poin mereka tertahan di angka 78, terpaut empat poin dari Arsenal yang bercokol di puncak klasemen. Dengan hanya menyisakan satu pertandingan lagi, mustahil bagi City untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Arsenal pun resmi menyegel gelar juara.
Gelar ini terasa begitu istimewa karena menjadi yang pertama bagi Arsenal dalam 22 tahun terakhir. Terakhir kali The Gunners berstatus kampiun Liga Inggris adalah pada musim 2003/2004, era di mana mereka meraihnya dengan status tak terkalahkan—yang diabadikan sebagai musim The Invincibles.
Sejak saat itu, Arsenal kerap terjebak sebagai tim papan atas namun gagal melewati batas akhir. Dominasi Manchester United, Chelsea, dan Manchester City membuat The Gunners terus tertinggal. Kini, puasa panjang itu resmi berakhir.
Kesabaran manajemen Arsenal mempertahankan Mikel Arteta menjadi kunci utama. Pelatih asal Spanyol itu perlahan membangun skuad yang solid dan memiliki kedalaman yang mumpuni. Setelah bertahun-tahun menuai kritik, Arteta akhirnya menuai hasil manis dari proyek jangka panjang yang ia rintis.
Arteta mampu memoles pemain muda menjadi bintang dan meracik taktik yang fleksibel. Kedalaman skuad yang ia bangun menjadi pembeda di musim ini, terutama saat jadwal padat menghadang.
Keberhasilan ini membawa dampak besar bagi Arsenal, terutama menjelang partai puncak Liga Champions. Dengan gelar Liga Inggris sudah di tangan, Arteta bisa leluasa mengistirahatkan pemain andalan saat melawan Crystal Palace di akhir pekan nanti.
Langkah itu akan memastikan para pemain bintang dalam kondisi fit prima saat menghadapi Paris Saint-Germain pada final Liga Champions, Sabtu (30/5). Momentum ganda—juara domestik dan Eropa—kini terbuka lebar bagi The Gunners.
Kepastian gelar Arsenal tidak lepas dari hasil perlawanan sengit Bournemouth. Tuan rumah sempat unggul lebih dulu melalui gol Eli Junior Kroupi di menit ke-39. Erling Haaland memang menyamakan kedudukan di masa injury time babak kedua, namun satu poin itu tidak cukup bagi City.
Hasil imbang di Vitality Stadium menjadi pukulan telak bagi pasukan Pep Guardiola. Mereka harus mengakui superioritas Arsenal yang musim ini tampil konsisten sepanjang kompetisi.