Gubernur Sumsel Herman Deru Luncurkan Gerakan Tanam di OKI untuk Antisipasi El Nino, Target Produksi 5 Juta Ton GKG 2026

Penulis: Darmawan Iskandar  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 22:23:01 WIB
Gubernur Herman Deru meluncurkan Gerakan Tanam di OKI sebagai antisipasi El Nino.

LEMPUING — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tidak ingin musim kemarau menjadi hambatan bagi sektor pertanian. Sebaliknya, fenomena El Nino justru dilihat sebagai peluang untuk memperluas areal tanam, terutama di lahan rawa lebak yang selama ini kerap terendam.

Herman Deru menegaskan bahwa Gertam bukan sekadar seremoni. “Musim menjelang kemarau ini adalah berkah. Kita berani menanam karena OKI memiliki keunggulan lahan yang luas, subur, dan potensi air yang melimpah berkat aliran Irigasi Komering,” ujarnya di OKI, Kamis (21/5/2026).

Mengapa Lahan Rawa Lebak Jadi Andalan Saat Kemarau?

Kabupaten OKI saat ini memiliki Luas Baku Sawah (LBS) mencapai 105.436 hektare, menjadikannya daerah pemilik sawah terbesar kedua di Sumsel setelah Banyuasin. Untuk musim tanam 2025–2026, daerah itu menargetkan total luas tanam 158.781 hektare demi menyokong target provinsi.

Namun, sekitar 30 persen lahan di OKI merupakan rawa lebak yang selama ini belum optimal karena genangan air. Kondisi El Nino dan kemarau justru membuka peluang emas untuk meningkatkan luas tanam di lahan tersebut. Air yang biasanya menggenang perlahan surut, menyisakan tanah subur siap tanam.

Target 5 Juta Ton GKG dan Peran TNI

Pemprov Sumsel memasang target produksi 5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada tahun 2026. Angka ini diyakini bisa mendongkrak produktivitas pangan Sumsel ke peringkat kedua nasional. Herman Deru menekankan kedisiplinan petani dalam mengikuti arahan penyuluh soal pupuk, irigasi, dan jaminan harga jual menjadi kunci keberhasilan.

Dukungan datang dari TNI. Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud menyatakan pihaknya siap mengawal program ketahanan pangan secara luas. “Saat ini kami telah melakukan identifikasi lahan yang rawan kekeringan, mendistribusikan kebutuhan lahan, serta melakukan monitoring dan evaluasi setiap hari,” imbuhnya.

Selain Gertam, pemerintah juga mendorong petani melalui Program Peningkatan Entrepreneur Petani (P2EP). Petani diajak tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga belajar berbisnis agar hasil panen memiliki nilai tambah.

Bantuan Langsung dan Seruan Gotong Royong

Dalam acara peluncuran, pemerintah menyerahkan bantuan berupa 2 ton pupuk subsidi dan benih padi untuk lahan cetak sawah seluas 400 hektare. Bantuan itu disusul dialog antara gubernur, Forkopimda, dan tokoh masyarakat setempat.

Pemerintah daerah setempat mengakui masih membutuhkan dukungan dari Pemprov Sumsel serta kontribusi CSR untuk alat pertanian. “Kami mengajak semua pihak untuk bergotong royong, bersinergi, dan berkolaborasi,” ucapnya.

Herman Deru menutup sambutannya dengan seruan agar gerakan ini dilakukan serentak di seluruh kabupaten/kota. “Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi,” katanya.

Reporter: Darmawan Iskandar
Sumber: suarapublik.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top